MERENDAHKAN DIRI VS MENINGGIKAN DIRI

MERENDAHKAN DIRI VS MENINGGIKAN DIRI
Teks : Filipi 2 : 5 – 11 Yakobus 1 : 9 – 11
Oleh : Ev.Andereas Dermawan

Banyak orang memiliki pemahaman yang KELIRU DALAM MENTAFSIRKAN ARTI MERENDAHKAN DIRI. Bagi kebanyakan orang termasuk PENGANUT AGAMA KRISTEN umumnya MEMAKNAI kata merendahkan diri dengan arti YANG BERHUBUNGAN DENGAN KARAKTER atau perilaku seseorang. Orang yang mempunyai karakter merendahkan diri diartikan sebagai orang yang RENDAH HATI atau TIDAK SOMBONG. Sedangkan sebaliknya bagi orang yang MENINGGIKAN DIRI diartikan sebagai orang yang TINGGI HATI atau orang yang SOMBONG. Apakah betul demikian saudara? Tentu saja tidaklah benar bila ada orang yang mengatakan bahwa antara kata MERENDAHKAN DIRI berarti sama dengan kata MERENDAHKAN HATI, begitu pula antara kata MENINGGIKAN DIRI dengan kata MENINGGIKAN HATI. Lalu apa arti sebenarnya dari kata MERENDAHKAN DIRI DAN MENINGGIKAN DIRI?
Pada umumnya orang Kristen tidak terlalu ambil perduli dengan arti kata MERENDAHKAN DIRI, karena mereka mengira kalau mereka berperilaku ramah, tidak sombong berarti mereka beranggapan bahwa mereka telah merendahkan diri. Sungguh kekeliruan yang sangat besar anggapan seperti itu ! Karena arti kata MERENDAHKAN DIRI TIDAK BERKAITAN DENGAN KARAKTER/ PERILAKU SESEORANG ! TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN SOMBONG TIDAK SOMBONGNYA SESEORANG! Apakah arti merendahkan diri menurut ajaran Tuhan Yesus Kristus? Firman Tuhan yang kita baca dari surat kiriman Rasul Paulus yang ditujukan kepada jemaat Tuhan di Filipi dengan jelas menguraikan apa arti MERENDAHKAN DIRI YANG DICONTOHKAN OLEH TUHAN YESUS SENDIRI. MARI KITA PERHATIKAN DENGAN CERMAT APA YANG TERTULIS PADA FILIPI 2 : 8 di situ dikatakan sbb: “ DAN DALAM KEADAAN SEBAGAI MANUSIA , IA TELAH MERENDAHKAN DIRINYA DAN TAAT SAMPAI MATI DI KAYU SALIB. Dari pembacaan Firman ini kita tidak melihat uraian mengenai perilaku sombong atau tidak sombong di sini. Tetapi dengan jelas disebutkan kata bagaimana KEADAAN YESUS SEBAGAI MANUSIA, DI MANA DALAM KEADAAN/RUPA ALLAH IA RELA MERENDAHKAN DIRINYA SAMPAI MATI DI KAYU SALIB. SUATU KEADAAN TERMISKIN/ TERHINA BAGI ORANG ISRAEL DI ZAMAN ITU. Dari pembacaan Firman Tuhan ini sangatlah jelas perbedaan antara MERENDAHKAN DIRI DENGAN MERENDAHKAN HATI. KATA MERENDAHKAN DIRI DIPAKAI untuk MENJELASKAN DALAM KAITANNYA DENGAN KEADAAN SESEORANG, SEDANGKAN KATA MERENDAHKAN HATI DIPAKAI DALAM KAITANNYA DENGAN KARAKTER ATAU PERILAKU SESEORANG. KEADAAN SESEORANG ADALAH BERSIFAT NYATA ATAU KONKRIT BISA DILIHAT SEDANGKAN KARAKTER SESUATU YANG ABSTRAK, TIDAK ADA YANG BISA MEMBACA PIKIRAN/ KARAKTER SESEORANG, BUKAN? SEBAB ITU KARAKTER ATAU PERILAKU SESEORANG BISA PURA PURA ( KAMUFLASE / MUNAFIK ). Itulah sebabnya Yesus sering mengecam pemimpin agama/parisi di zamanNya, yang kelihatan bagus/ ramah di luarnya tetapi sesungguhnya adalah kepura puraan atau kemunafikkan! Jadi kalau begitu apa arti merendahkan diri? Merendahkan diri tidaklah sama dengan perilaku rendah diri atau minder, sama sekali bukan itu maksudnya. Karena perilaku rendah diri atau minder adalah berkaitan dengan karakter seseorang. Tadi sudah dijelaskan bahwa MERENDAHKAN DIRI TIDAK BERKAIT DENGAN KARAKTER/PERILAKU SESEORANG, TAPI MERENDAHKAN DIRI BERKAITAN DENGAN KEADAAN HIDUP/STATUS HIDUP SESEORANG. Di dunia ini ada 2 macam status hidup yaitu STATUS TINGGI DAN SATU LAGI STATUS RENDAH, ATAU DALAM BAHASA SEDERHANANYA ADA STATUS KAYA ( Status tinggi ) dan ada STATUS MISKIN ( status rendah ). Perpindahan tempat dari satu status ke status lainnya itulah yang disebut dengan istilah merendahkan diri atau meninggikan diri. Umumnya manusia di dunia ini berjuang mati matian untuk pindah dari status rendah kestatus tinggi atau ingin meninggikan diri, ingin menaikkan harkat hidup/ harga dirinya. MAKA MERUPAKAN SUATU KEGANJILAN BILA ADA ORANG DARI STATUS TINGGI/KAYA berjuang justru ingin PINDAH status DARI KAYA MENJADI MISKIN!! Nah keganjilan seperti inilah yang diajarkan oleh Yesus. Sebab itu tidaklah mengherankan kalau AJARAN YESUS ini DITOLAK oleh dunia ini alias tidak laku/ TIDAK ASPIRATIF. Justru ajaran yang dianggap tidak laku atau tidak aspiratif ini adalah merupakan suatu rahasia tersembunyinya harta karun surgawi yang tak ternilai harganya. Sebab itu prasyarat mengikut Yesus yang disampaikan kepada seorang muda kaya itu tidak dituruti oleh orang kaya itu, yaitu juallah seluruh hartamu dan bagikan kepada orang miskin. Dewasa ini banyak tafsiran tafsiran yang diputar balikan oleh para pemimpin agama/ parisi modern mengenai hal ini dengan tafsiran tafsiran rohani mereka yang mereduksi arti sesungguhnya dari ajaran Yesus yang maha berat ini. Mereka mengajarkan bahwa orang Kristen tetap boleh kaya asal jangan pelit kasih persembahan/ perpuluhan dan harus rajin memberikan donasi kepada orang miskin. Arti menjual seluruh harta dengan arti memberikan donasi kepada orang miskin mempunyai perbedaan tafsir yang sangat jauh berbeda.Mengapa saya katakan demikian? Karena orang kaya yang memberikan donasi memberi dari kelebihan/ kekayaannya. Sedangkan arti menjual seluruh harta bukanlah sekedar berbagi kepada orang miskin atau sekedar berdonasi, tapi arti menjual seluruh harta adalah suatu bukti ketaatan kepada perintah Majikan Agung kita, Tuhan Yesus Kristus. Suatu tindakan nyata dan berani melepaskan status/pindah status dari kaya menjadi miskin, sehingga apa yang dikatakan dalam Filipi 2: 8 tentang arti MERENDAHKAN DIRI menjadi suatu kenyataan seperti apa yang sudah lebih dulu dicontohkan oleh Yesus. Kalau kita baca secara keseluruhan dari kitab surat kiriman Rasul Paulus pada jemaat di Filipi, maka saudara akan memahami lebih jelas lagi tentang arti MERENDAHKAN DIRI ini. Di mana dari surat kirimannya itu Ia menyaksikan bagaimana proses perpindahan status yang dialaminya setelah Ia berjumpa dengan Yesus. Ia yang semula memiliki status tinggi/ kaya, Ia juga mengakui bagaimana Ia yang adalah seorang parisi/pemimpin agama yang berkuasa dan dihormati. Kini Ia telah ditangkap oleh Kristus untuk mnenjadi seorang pelayan yang paling hina. Mengapa Ia lakukan demikian, karena Ia sudah memiliki suatu patron/ blue print yang menjadi satu satunya teladan baginya, yaitu Ia ingin menjadi Serupa dengan Yesus. Kata Serupa dengan Yesus sempat diulangi beberapa kali dalam suratnya kepada jemaat di Filipi. Ia berkata Ia ingin serupa dengan Yesus, baik dalam penderitaan dan kematiannya. Karena Ia juga yakin bahwa penderitaan dan kematian yang dialaminya tetap tidak sebanding dengan kemuliaan yang jauh lebih besar yang Ia dapatkan bersama Kristus.
Rasul Yakubus juga menulis dalam Yakobus 1 : 9 – 11, juga meneguhkan arti sebenarnya dari kata MERENDAHKAN DIRI DENGAN MEMBAGI DALAM 2 STATUS KEADAAN HIDUP MANUSIA, YAITU KEADAAN RENDAH / MISKIN DAN KEADAAN KAYA ( KEADAAN TINGGI ). Dan melengkapinya dengan hasil akhir dari tiap tiap status, di mana dikatakan bermegahlah saudara yang kini berada dalam status keadaan yang rendah, karena di mata Allah merekalah yang akan ditinggikan dan dimuliakan seperti halnya dengan Kristus. Sedangkan keapada orang kaya pemilik status keadaan tinggi bersama dengan segala usaha bisnisnya akan dilenyapkan, ucapan ini senada dengan apa yang diucapkan Yesus dalam Khotbah di atas bukit yang mengatakan Berbahagialah Orang yang miskin karena merekalah pewaris Kerajaan Surga, tetapi celakalah hai orang orang kaya di dunia ini karena nanti mereka akan berduka.
Dari pemaparan ini kiranya saudara sudah dapat memahami apa makna sebenarnya dari kata MERENDAHKAN DIRI. Namun MENGETAHUI saja TANPA MELAKSANAKANNYA dengan benar juga MERUPAKAN SUATU KESIA SIAAN. Sebab itu berdoalah minta kekuatan dan ketabahan dari Tuhan, supaya kita sanggup menjalaninya bersama Tuhan. Saudaraku yang kekasih dalam Tuhan Yesus Kristus, saya selaku hamba Kristus saya menghimbau anda sekalian untuk bermawas diri dari setiap ajaran yang bermuncullan dewasa ini dengan tawaran tawaran yang begitu menarik diantaranya yang populer dewasa ini adalah ajaran tentang theology sukses, theology kelimpahan/ berkat, theology iptek dan bentuk ajaran ajaran lainnya yang mempertontonkan mujizat kesembuhan. Dan secara faktual orang orang Kristen zaman ini akan mencari ajaran ajaran seperti itu. Di tengah keadaan zaman seperti ini maka keberanian menentukan sikap yang berbeda merupakan tantangan yang tidak mudah bagi pengikut Kristus. Suatu hal yang tidak populer dan merupakan suatu kebodohan di pemandangan dunia ini. Berhala modern/tuhan modern zaman ini menawarkan gemerlapnya dunia ini dalam bentuk bentuk yang sangat dekat dengan hidup keseharian hidup kita. Pada masa lalu orang membayangkan berhala itu sebagai mahluk gaib yang jauh dari hidup kita, seperti jin, hantu yang seram, kini hal itu sudah tidak berlaku lagi. Tuhan Yesus sendiri sudah memperingatkan pengikutnya bahwa dizaman akhir ini Iblis akan menyamar seperti Malaikat Terang. Siapakah yang gemar menggunakan bahasa malaikat/bahasa rohani? Bukankah mereka mereka yang mengangkat dirinya sebagai pemimpin agama dan pengikut pengikutnya? Sebab itu saya menyerukan agar anda selalu waspada!! Perlengkapilah hidup anda dengan pengetahuan tentang Kristus dengan benar. Dewasa ini para pemimpin agama beserta pengikutnya sibuk mempropagandakan program programnya agar dapat menyeret pengikut sebanyak mungkin, bukankah ini merupakan suatu tindakan meninggikan diri baik dari aspek popularitas maupun aspek materi? Dan kalau kita mau jujur inilah yang tengah terjadi di dunia ini. Dalam Injil Matius pasal 23 Tuhan Yesus dengan tegas mengecam kelakuan para pemimpin agama yang mengangkat diri mereka menjadi pemimpin dan berkeliling dunia untuk menjadikan orang menjadi penganut agama mereka. Dan kalau kita cermat mengkritisi keadaan zaman ini, bukankah fakta fakta ini yang sedang terjadi? Berhala apa saja yang dekat dengan hidup kita? 1. Keluarga 2. Uang/ Nafkah 3. Jabatan 4.Popularitas/pujian/prestasi. Iblis sangat cerdik dalam melakukan serangannya. Sebab itu waktu Iblis berusaha mengalahkan Yesus, maka 4 berhala inilah yang digunakan Iblis menyerang Yesus. Dan saat ini Sang Malaikat Terang juga menggunakan senjata yang sama untuk menjatuhkan pengikut pengikut Yesus. Waspadalah!! Saudaraku yang kekasih, Upaya MENINGGIKAN DIRI pada zaman ini merupakan orientasi hidup manusia di dunia ini dalam segala aspek kehidupan, dimulai dari taman kanak kanak sampai pada perguruan tinggi dan seterusnya. Tatanan dunia ini diilhami oleh Iblis sendiri Sang Malaikat Terang Yang Ingin Menyamai Tuhan ( MENINGGIKAN DIRI ) Sebab itu jangan heran kalau kebanyakan orang lebih tertarik mengikutinya ketimbang mengikut Yesus yang tidak seaspirasi dengan dunia ini. Di tengah dunia yang tengah gencar mengejar aspek aspek SUKSES, KAYA, POPULER/PRESTASI PENUH PUJIAN, YESUS DATANG DENGAN AJARAN YANG DIBENCI DUNIA INI YAITU AJARAN YANG BERORIENTASI PADA UPAYA MERENDAHKAN DIRI/ MENGOSONGKAN DIRI/ MENJADI MISKIN. SUATU AJARAN GILA MENURUT DUNIA INI, TETAPI JUSTRU DISITULAH TERSEMBUNYINYA HARTA KARUN SURGAWI YANG DIWARISKAN KEPADA ORANG ORANG MISKIN TIDAK BERDAYA ORANG ORANG PILIHANNYA. Mungkin anda akan bertanya apakah semua orang miskin PEWARIS SURGA? Dan Semua ORANG KAYA PEWARIS NERAKA? Jawabnya adalah tidak! Karena Rasul Pauluspun dulu Ia kaya akan materi dan juga kaya akan pengetahuan, tetapi ketika Ia berjumpa dengan Yesus, terjadilah PERTOBATAN LAHIR BARU MELENGKAPI PERTOBATAN AGAMA YANG SUDAH IA MILIKI SEBELUMNYA. Ia sadar bahwa pertobatan Agama yang sebelumnya ia miliki tidak berdampak apa apa terhadap keselamatan surgawi tanpa perjumpaan dengan Sang Juruselamat Surgawi Tuhan Yesus Kristus dengan pertobatan Lahir Barunya. Untuk menjalankan pertobatan lahir barunya Paulus meneladani apa yang menjadi orientasi hidup Kristus, yang Ia tuliskan dalam Filipi 2 ayat 8 tentang MERENDAHKAN DIRI SEBAGAI KONTRA DARI HIDUP LAMANYA YANG MENINGGIKAN DIRI. Yesus dan Paulus mendowngrade/menurunkan status hidupnya dari Kaya menjadi miskin, bukankah ini berbanding terbalik dan dianggap gila oleh dunia ini? Di mana manusia di dunia ini orientasinya naik dalam segala hal: Naik Jabatan, Naik Income, naik pujian, naik prestasi dll. Manusia mengupgrade diri/ Meninggikan diri, tetapi Yesus dan Paulus melakukan hal sebaliknya mendowngrade dirinya / turun pangkat dari Kaya menjadi miskin, dengan orientasi hidup MERENDAHKAN DIRI SEPERTI YANG DITELADANKAN OLEH MAJIKAN AGUNG/ GURU AGUNG KITA TUHAN YESUS KRISTUS. Dengan demikian tidak semua ORANG KAYA MASUK NERAKA, BILA MEREKA MELAKUKAN PERTOBATAN LAHIR BARU, merekapun bisa disertakan atau dihisapkan bersama orang orang pilihan Allah. BEGITU PULA TIDAK SEMUA ORANG MISKIN MASUK SURGA! Bila alasan dasar PERTOBATANNYA SALAH, MAKA ORIENTASI HIDUPNYA JUGA AKAN BERBEDA DARI APA YANG SUDAH DICONTOHKAN OLEH YESUS. Jadi kategorie Miskin – Kaya di sini dibagi dalam 4 kategorie: 1. Ada ORANG KAYA BERORIENTASI KAYA/ MENINGGIKAN DIRI. 2. ORANG KAYA BERORIENTASI MISKIN/MERENDAHKAN DIRI VIA PERTOBATAN LAHIR BARU 3. ORANG MISKIN BERORIENTASI MISKIN 4. ORANG MISKIN BERORIENTASI KAYA. Dari uraian ini mudah mudahan anda berada di kategorie Orang kaya dan orang miskin yang berorientasi MERENDAHKAN DIRI/MISKIN, sehingga pada waktu kedatangan Kristus yang kedua, kita tidak terbuang di komunitas kambing tetapi kita terpilih di komunitas domba. Amin.

Advertisements

KASIHNISASI ( KRISTUSNISASI ) VS AGAMANISASI ( KRISTENISASI )

KASIHNISASI ( KRISTUSNISASI ) VS AGAMANISASI (KRISTENISASI )
Teks : Matius 7 : 15 – 23 Matius 25 : 31 – 35 Roma 13 : 9

Mungkin judul renungan ini agak mengejutkan saudara. Bagi saudara yang aktif dalam KEGIATAN KRISTENISASI mungkin saudara akan memprotes keras judul dan isi tulisan ini. Namun selaku hamba Kristus saya harus sampaikan informasi yang penting ini. Informasi ini harus disampaikan karena informasi ini menyangkut Keselamatan Kekal yang sangat dibutuhkan umat manusia. Masalah saudara Menerima atau Menolaknya, itu terserah saudara, saya hanyalah hamba yang MENABURKAN BENIH INJIL YANG BENAR ( benih gandum ). Pada akhir zaman ini ingat IBLIS juga menabur BENIH INJIL PALSU ( benih Ilalang ). Sebab itu KITA HARUS BERHIKMAT MENGUJI SETIAP AJARAN! Menguji setiap ajaran TIDAK SAMA DENGAN MENGHAKIMI! Karena Tuhan Yesuspun sebelum naik ke surga pernah berpesan kepada para pengikutNya untuk bersikap bijak melihat tanda tanda zaman. Nah bagaimana saudara dapat membedakan mana ajaran yang murni dan mana ajaran yang palsu? Apa yang menjadi pegangan saudara? Bagi saya selaku hamba Kristus, PEGANGAN SAYA ADALAH TUHAN YESUS SENDIRI, karena Ialah majikan Agung saya. Ia adalah SANG FIRMAN ITU sendiri. Ucapan ucapanNya yang ditulis dalam ALKITAB MERUPAKAN AMANAT dan BUKANLAH TAFSIRAN ilmu agama dari para pemimpin agama/ pengkhotbah ternama. Sebab itu ucapanNya merupakan narasumber yang harus kita ikuti secara letterlex. Dan patut diingat tidak semua ucapan/kata kata yang tertulis di Alkitab adalah ucapan Yesus. Dari ribuan ayat ayat di situ juga dikutip kata kata Iblis dan banyak orang lainnya. Sebab itu kita perlu suatu acuan/ narasumber yang menjadi pegangan kita. Sebab itu saya menghimbau kepada saudara sekalian untuk MEMBACA ALKITAB SECARA LENGKAP jangan sepotong=sepotong yang biasanya saudara dengar dari para pengkhotbah zaman ini. Tapi Ujilah semuanya itu, dan buatlah semacam checklist dan kemudian mengcrosscheknya apakah adanya kesinkronan antara yang ditulis dengan hasil akhirnya, yakni saat hari kiamat, saat dimana Firman Tuhan itu digenapi? Tentunya Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat menghafal isi Alkitab itu. Sebab itu Tuhan Yesus dengan penuh hikmat dan marifatnya Ia menyimpulkan isi Alkitab/taurat/ kitab suci yang tebal itu dengan satu kalimat pendek, supaya siapapun dia, baik orang berpendidikan atau tidak berpendidikan dapat langsung memahaminya. Apakah isi kesimpulan yang Tuhan Yesus ajarkan? jawabnya adalah seperti apa yang dikutip oleh Rasul Paulus dalam suratnya di kitab Roma 13 : 9 : “ KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA SEPERTI KAMU MENGASIHI DIRIMU SENDIRI”. Itulah kesimpulan hukum taurat yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Dan justru karena begitu sederhananya isi Alkitab itu maka BAGI ORANG ORANG PINTAR justru TIDAK BISA MEMAHAMINYA dan mereka membuat tafsiran diluar kesimpulan yang diajarkan Yesus. Mengapa? Karena mereka berpikir bahwa ajaran Yesus tidaklah aspiratif yang sesuai dengan keinginan mereka, ibarat orang jualan, maka ajaran Yesus dianggap tidak menjual/ tidak laku. Sebab itu Tuhan Yesus memilih sendiri pengikutNya, yang notabene adalah orang orang lemah/orang orang kecil, yang bermodalkan ketaatan secara letterlex akan perintah Yesus. Orang orang bodoh tidak memiliki logika, sebab itu ia tidak bisa menggunakan logika, dan secara lugu/polos mentaati perintah Kristus. Sedangkan orang orang pintar menggunakan logikanya mentafsirkan perintah Yesus. Sebab itu Tuhan Yesus mengatakan kepada orang orang pilihanNya itu : Berbahagialah kamu karena padamu diberitahu tentang rahasia kerajaan surga. Sedangkan kepada mereka, Tuhan Yesus menunjuk kepada para pakar alkitab/parisi/pemimpin agama dan pengikut dari pemimpin agama itu bahwa mereka akan diberitakan dengan cara lain, karena mereka meskipun melihat tapi buta, meskipun punya telinga tetap tuli. Mereka bebal!
Kembali pada judul renungan kita. Namun Sebelum saya uraikan lebih jauh. Saya ingin bertanya kepada saudara apakah arti nisasi yang ditambahkan dibelakang dari kata kata seperti : Kristen menjadi kristenisasi ( Agamanisasi) lalu saya tambahkan dengan kata Kasihnisasi atau Kristusnisasi. Penambahan kata nisasi ini adalah menunjuk pada arti Pengikut/ komunitas. Contoh: Kristenisasi berarti menjadikan orang menjadi pengikut / komunitas Kristen ( Pengikut agama Kristen ). Dari judul di atas penulis ingin mengatakan menjadi pengikut agama Kristen belum tentu sama dengan menjadi pengikut Kristus. Karena kalau kita tidak mengetahui ciri ciri menjadi pengikut Kristus maka kita tidak akan mengetahui apakah seseorang pengikut Kristus atau bukan. Tuhan Yesus secara eksplisit mengatakan dari buahnya ( ciri cirinya) engkau akan mengetahui mana yang asli dan mana yang palsu. Selanjutnya marilah kita melihat ciri ciri dari masing masing komunitas/pengikut dan melihat apa saja perbedaannya.
PERBEDAAN ANTARA PENGIKUT KRISTUS ( KRISTUSNISASI ) DENGAN PENGIKUT AGAMA KRISTEN ( KRISTENISASI ) : Ada 4 hal yang akan kita kupas satu persatu sebagai ciri ciri dari masing masing komunitas. 4 hal/ ciri ciri yang akan kita bahas yaitu : 1 dari segi dasar acuannya 2. Dari segi hirarki 3. Dari segi Kegiatan/pelayanannya. 4. Dari segi doktrin keselamatan.
Sekarang marilah kita mulai membahas dari ciri ciri Komunitas /pengikut agama Kristen ( Kristenisasi) setelah itu kita bandingkan dengan ciri ciri komunitas/pengikut Kristus ( Kristusnisasi ).
KOMUNITAS PENGIKUT AGAMA KRISTEN ( AGAMANISASI/KRISTENISASI ) dengan ciri ciri sbb :
1. Dari segi pijakan acuannya adalah : AGAMA
2. Memiliki Hirarki / Silsilah / struktur Jabatan sbb: a. Adanya Pemimpin organisasi lembaga keagamaan. B. Adanya pengajaran agama/ kerohanian/ spritualitas, dengan memiliki pengetahuan agama/rohani/spritualitas yang tinggi ( kaya rohani ) merupakan dasar penilaian atau acuan menilai prestasi keagamaan seseorang. Dan sebagai penentu ranking/ struktur jabatan dalam sistim kepemimpinan organisasi lembaga keagamaan tsb, maka gelar kepakaran menjadi tolak ukur tingkat kerohanian seseorang. C. Antara agama/ denominasi yang satu dengan agama/ denominasi yang lainnya saling mengklaim dan bersaing bahwa merekalah yang paling benar. D. Saling berlomba lomba mengejar prestasi dalam berbagai bidang kehidupan termasuk prestasi di bidang agama.
3. KEGIATAN DAN PELAYANANNYA : a. Kegiatan ritual seperti : Doa, Khotbah, Ceramah,Seminar,KKR, Mempertunjukan mujizat dlsb. B. Simbol symbol agama seperti sekramen Baptisan, sekramen perjamuan kudus, doa untuk mendapat mujizat, berkat materi menjadi daya jual atau daya saing melalui suguhan produk ritual mereka.
4. DARI SEGI DOKTRIN KESELAMATAN : a. Memiliki pemahaman yang berbeda tentang pertobatan lahir baru yang diperintahkan oleh Yesus, sebab itu pertobatan lahir baru yang sebenarnya tidak mendapat penekanan yang penting dan tidak pernah dijelaskan dengan sebenarnya secara utuh. B. Pertobatan lahir baru menurut versi mereka adalah mengikuti ritual keagamaan seperti sekramen baptisan dan mengikuti secara disiplin aturan aturan agama, menurut ajaran mereka itulah yang dipahami sebagai Lahir Baru dan itu akan membawa pada keselamatan. C. Rajin mempelajari ilmu agama/rohani/spritualitas. Mereka menganggap dengan memiliki kekayaan materi/ harta mereka bisa melakukan amal/charity/donasi dan itu dianggap sebagai prestasi kerohanian yang perlu mereka kejar. D. Melakukan ekspose kegiatan ritual keagamaan didepan public ( pasar ). Tuhan Yesus pernah mengingatkan muridNya kelakuan parisi dizamannya ( bandingkan dengan parisi modern zaman ini bukankah terjadi kesamaan dengan parisi di zaman Tuhan Yesus? Sekarang bahkan lebih canggih eksposenya dengan adanya berbagai sarana komunikasi seperti radio, TV, Internet dlsb. Tuhan Yesus mengkritik tajam kelakuan parisi zaman itu, dengan penampilan serba wah! Mereka memakai jubah kebesaran mereka, mereka melakukan doa yang panjang dan bertele tele. Coba anda bandingkan dengan pengikut/komunitas pilihan Yesus, dimana dipilih dari orang orang kecil/lemah dari kaum marginal. Sangat kointras , bukan? Jangankan berdoa panjang dan bertele tele, untuk berdoa saja minta diajari oleh Yesus. Dan Yesus mengajari mereka dengan Doa Bapa kami.
KOMUNITAS PENGIKUT KRISTUS ( KRISTUSNISASI ) dengan ciri ciri sbb:
1. Dasar pijakan acuannya adalah : Tuhan Yesus Kristus sendiri. Kristus adalah Sang Gereja sendiri. Dia adalah Gereja Mula Mula ( Yang Sulung dari banyak saudara, dengan pengertian bahwa para pengikut/ muridNya adalah para duplikat duplikatNya.
Gereja bukanlah sebuah organisasi/lembaga keagamaan. Kehadiran Allah tidak boleh dilembagakan oleh organiusasi buatan manusia.
2. Dipimpin oleh Tuhan Yesus sendiri dalam wujud orang orang pilihanNya. ( Matius 25 : 31 -46 ). Sebagai pengikutNya yang telah mengalami pertobatan lahir baru, bertugas bukan memimpin ritual keagamaan melainkan sebagai pelayan untuk orang orang pilihan Kristus, berarti wujud Kristus dalam rupa orang orang pilihan yang kita layani haruslah kita anggap lebih besar dari kita. Mungkin kita salah kaprah selama ini kita melayani kegiatan ritual keagamaan di gedung gereja, dimana sang Imam/pemimpin agama yang kita anggap sebagai representasi Kristus. Di dalam Kristus tidak ada hirarki, hubungannya adalah sesama saudara/serupa/ duplikat. Dalam tugas misi penginjilan semuanya adalah sesama hamba. Tugas yang diberikan Kristus adalah memuridkan orang sesuai teladan Kristus sebagai yang sulung dari banyak saudara. Apakah ada ayatnya yang menjelaskan hal ini? Ada saudara! Yaitu ketika orang banyak memberitahu Yesus tentang orang tuanya Maria dan Yusuf mencarinya. Tuhan Yesus menjawab siapakah Ibuku? Ia berkata barangsiapa yang mengikut Aku seperti para muridNya, Ia menunjuk para muridNya waktu itu. Mereka adalah saudaraku baik laki laki maupun perempuan, karena di surga nanti kita akan di ubahkan seperti malaikat.
3. DARI SEGI KEGIATAN DAN PELAYANANNYA : a. Mengerjakan Kebenaran dan Keadilan. B. Ibadahnya mengunjungi janda janda miskin. ( perhatikan kata miskin disini, karena berarti ada juga janda janda kaya ), yatim piatu miskin, berarti ada juga yatim yang kaya. Hati hati jangan sampai salah kaprah mengenai hal ini! Yang menjadi acuannya apa yang dikatakan Yesus dalam Matius 25 : 31 -46. Yaitu orang orang yang paling hina tidak berdaya. Merekalah pemimpin yang kita layani seperti kita melayani Tuhan sebagai wujud representasi Tuhan di dunia ini, merekalah yang seharusnya kita puji dan kagumi, bukan saudara mengangumi para pengkhotbah/pendeta pendeta terkenal zaman ini, hati hati Antikris tengah merajalela dewasa ini. Pada kesempatan ini saya ingin menjelaskan ARTI JANDA MISKIN dan yatim piatu miskin DALAM KONTEKS UCAPAN YESUS. Dalam kalimat ucapannya ini Tuhan Yesus sama sekali TIDAK MENYEBUT MASALAH JENDER di sini. Kalimat ini ditujukan kepada murid muridnya baik laki laki maupun perempuan, Yesus mengatakan Aku tidak membiarkan kalian piatu di dunia ini dan Ia menganalogikan diriNya sebagai pengantin laki laki Surgawi dan PENGIKUTNYA ADALAH PENGANTIN PEREMPUAN, bukankah ini tidak berkaitan dengan jender? DAN SIAPAKAH PENGANTIN LAKI LAKI DUNIAWI? Dunia dan segala keinginannya adalah pengantin laki laki duniawi. Itulah sebabnya kalau saudara ingin disandingkan dengan pemilik surgawi, PENGANTIN LAKI LAKI SURGAWI, bukankah anda harus bercerai dulu dengan pengantin laki laki duniawi ini? Dan menjadi janda miskin duniawi? Paulus mengatakan Rahasia ini besar… dst. C. Memberi tumpangan dan melayani dengan hormat seperti kita melayani Tuhan.
4. DARI SEGI DOKTRIN KESELAMATAN : a. SANGAT MENEKANKAN PERTOBATAN LAHIR BARU yang faktual atau keadaan sebenarnya. Arti Pertobatan Lahir Baru menurut Tuhan Yesus adalah merupakan tindakan konkrit/ faktual bukan tindakan ritual. Pertobatan Lahir Baru yang dimaksud oleh Yesus adalah BENTUK KONKRIT PENYANGKALAN DIRI/ pengosongan diri/ ketelanjangan. Apakah bentuk konkritnya, hal inilah yang SANGAT SUKAR BAGI ORANG KAYA seperti yang diucapkan Yesus, karena mindset hidup bagi kebanyakan orang adalah bagaimana orang DARI MISKIN MENJADI KAYA, tetapi mindset hidup yang diajarkan Yesus justru berbanding terbalik, bukan bagaimana dari miskin menjadi kaya tetapi bagaimana dari KAYA MENJADI MISKIN, inilah ajaran yang sudah dibuktikan oleh Yesus sendiri dan apa yang diajarkan selalu sinkron dengan apa yang dilakukannya. Untuk menjadi serupa dengan Yesus, maka teladan yang telah dilakukan oleh Yesus BUKANLAH SEKEDAR TEORI melainkan sebuah BLUEPRINT yang merupakan dasar pegangan bagi setiap orang yang mengaku mau jadi pengikutNya. Tuhan Yesus dalam setiap kegiatannya LEBIH MENEKANKAN PADA ASPEK FAKTUAL DIBANDINGKAN ASPEK RITUAL, dan Ia berpesan kepada murid muridNya untuk melakukan hal yang sama. Yesus mengatakan kalau kamu ingin berdoa tutuplah pintu kamarmu. Dan hal ini telah Yesus lakukan ketika Ia berdoa, Ia mencari tempat yang sunyi di taman Ghetsemani.

Dari Pemaparan tentang perbedaan ciri ciri PENGIKUT KRISTUS ( KRISTUSNISASI ) dengan PENGIKUT AGAMA KRISTEN ( KRISTENISASI ), mudah mudahan jelas bagi kita, di komunitas mana anda berada?
Apakah anda berada di KOMUNITAS DOMBA atau KOMUNITAS KAMBING seperti apa yang diungkapkan Yesus tentang khotbahNya tentang akhir zaman> Pilihan ada di tangan saudara, tiap orang diberi kebebasan untuk memilih karena memiliki kehendak bebas. Tapi bagi saya selaku hamba Kristus, saya telah menyampaikan apa yang seharusnya saya sampaikan. Amin.

KEADILAN SUBSTANTIVE VERSUS KEADILAN NORMATIVE

KEADILAN SUBSTANTIVE VS KEADILAN NORMATIVE
2 Korintus 8 : 12 – 15 Epesus 2 : 8 – 9 Filipi 2 – 5 -11

Pada umumnya setiap orang di dunia ini mendambakan suatu KEADILAN. Apakah arti keadilan menurut anda? Tentunya banyak ragam orang memandang keadilan itu. Dan penilaian manusia memandang keadilan itu sangatlah relative dan cenderung subyektif. Misalnya Seorang karyawan mengatakan adil bila Majikan di tempat ia bekerja memberikan upah yang besar atas hasil pekerjaannya. Sebaliknya Ia merasa diperlakukan tidak adil bila hasil pekerjaannya dibayar lebih rendah dari yang Ia harapkan. Demikian pula sebaliknya Sang Majikan berdasarkan penilaian subjektivenya merasa sudah memberikan keadilan dengan memberikan upah minimal yang diukur dari prestasi kerja karyawannya. Jadi ada unsur pamrih di sini atau dengan istilah lain ada take and givenya . Inilah yang dinamakan KEADILAN TRANSAKSIONAL. Manusia menerapkan keadilan jual beli atau BISNIS JUSTICE. Falsafah keadilan seperti inilah yang melanda seluruh dunia. Sebab itu tidaklah mengherankan kalau KEKUATAN UANG sangat berperan dalam menentukan keadilan di dunia ini. Untuk mengatur tidak terjadinya konflik dalam memecahkan masalah keadilan ini, maka dibuatlah sejumlah aturan/regulasi/ undang undang, menjadi PERATURAN NORMATIF yang mengikat semua orang. Siapakah pembuat undang undang/ regulasi itu? Bukankah dibuat oleh manusia yang notabene adalah orang berdosa dan tidak memiliki keadilan! Bagaimana manusia bisa memberikan keadilan, kalau Ia sendiri tidak memiliki keadilan atau kebenaran? Sesuatu yang sangat mustahil, ibarat orang sakit berobat pada orang sakit pula. Itulah sebabnya sejak ribuan tahun lalu orang mendambakan seorang Mesias Sang Raja Kebenaran dan Keadilan yang telah dijanjikan Allah untuk menyelamatkan manusia dari ketidak adilan akibat dosa. Namun sayang Sang Keadilan dalam rupa manusia/ hamba Allah bernama Yesus Kristus ditolak kehadiranNya di dunia ini, manusia lebih senang meneruskan sistim / tatanan dunia yang jauh dari keadilan ini
PADA JUDUL RENUNGAN KALI INI BERJUDUL : KEADILAN SUBSTANTIVE VERSUS KEADILAN NORMATIF akan memberikan pemahaman baru tentang keadilan yang kita pahami selama ini. Tadi secara singkat sudah dijelaskan tentang KEADILAN NORMATIF. Sekarang marilah kita tampilkan jenis keadilan yang berbeda dengan keadilan yang diadopsi dunia ini, yaitu kita akan membahas KEADILAN SUBSTANTIVE.
KEADILAN SUBSTANTIVE adalah suatu Keadilan yang tidak didasari oleh norma norma yang diatur manusia. Para pemimpin pemerintahan di dunia ini berusaha membuat undang undang atau aturan aturan supaya bisa menegakkan keadilan di muka bumi ini. Oleh sebab itu muncul beberapa ideology Negara yang dipakai untuk menerapkan system keadilan. Ada SISTIM SOSIALIS, ada sistim komunis, adapula sistim LIBERAL CAPITALIS, sistim pancasila dan sistemm sistem lainnya. Penulis tidak akan membahas sistim ideology ciptaan manusia ini. Karena tiap tiap system ciptaan manusia ini ada plus minusnya dan tidak akan memenuhi rasa keadilan bagi manusia, karena pencipta system system ini juga adalah manusia yang berdosa dan tidak ada kebenaran dan keadilan di dalam dirinya. KEADILAN BISA TERCAPAI BILA SANG KEBENARAN/SANG KEADILAN MEMERINTAH DUNIA INI. Siapa Sang Kebenaran itu? Tidak ada seorangpun di dunia ini kecuali DIA YANG BERKATA: AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP , dan kelak di hari Penghakiman Dia akan MENJADI HAKIM YANG BENAR DAN ADIL. Dialah pemilik Keadilan yang substantive, Dia tidak membeda bedakan orang, di mataNya semua orang sama telah berdosa dan akibat dosa manusia telah mati tidak berdaya, miskin papa dan perlu belas kasihannya. Oleh sebab itu Keadilan Allah bukanlah suatu ideology manusia. KEADILAN SUBSTANTIVE TIDAKLAH SAMA DENGAN IDEOLOGI KEADILAN SISTIM SOSIAL atau sistim komunis, yang menegakan keadilan DIDASARI IDEOLOGI BAGI RATA DENGAN JALAN ENFORCEMENT ATAU PEMAKSAAN DARI PIHAK YANG BERKUASA, persamaan hak yang dipaksakan seperti ini akan menimbulkan peperangan atau saling bunuh bagi orang yang tidak setuju yang juga akan menggunakan kekerasan untuk melawannya. Lalu apa perbedaan Keadilan Allah dengan keadilan sistim sosialis dan komunis, bukankah mereka juga memperjuangkan persamaan hak? Tentu saja berbeda saudara! Tuhan Yesus berkata : Kalau PENGUASA DUNIA ini MENJALANKAN KEADILAN DENGAN TANGAN BESI, tetapi Sang Kebenaran, Dia datang bukan dengan tangan besi, tetapi Dia datang dengan KASIH. Apakah Artinya Kasih?? Banyak orang mudah mengucapkan, tetapi sukar untuk memahami akan makna kasih itu, apalagi untuk mempraktekannya. Kasih bukanlah suatu tindakan Charity atau memberi sumbangan/amal/ donasi/, sama sekali bukan itu. Mau tahu saudara artinya Kasih? Dan apa bedanya dengan CHARITY?
Untuk menjelaskannya, marilah kita melihat contoh nyata dari Sang Kasih, Sang Kebenaran, Tuhan kita Yesus Kristus. Dia yang adalah Tuhan, Maha Kuasa, Maha Kaya mau berpindah tempat menjadi orang tidak berdaya, Maha Miskin dengan jalan mengorbankan diriNya. Tuhan Yesus tidak datang sebagai orang kaya yang memberikan charity seperti banyak yang dilakukan oleh ajaran agama dewasa ini, tetapi sejarah mencatat Ia datang sebagai Orang Yang Paling Hina, untuk memperlihatkan wujud Kasih Allah, Ia rela bekorban, Ia rela merendahkan diriNya, melepaskan harga diri/ gengsinya, dan sangat berbanding terbalik dengan yang dilakukan manusia, dimana untuk mempertahankan harga dirinya/gengsinya, manusia saling membunuh dan melenyapkan. Tapi Substansi Kasih Allah melekat erat dengan keadilanNya. Lalu apa bedanya dengan Charity/Amal/Donasi, bukankah sama sama memberi atau juga sama sama berkorban? Charity/Amal/Donasi bukanlah wujud dari Kasih! Mengapa? Karena sipemberi donasi/charity/ amal MEMBER DARI KELEBIHAN/ KEKAYAANNYAdan tidak sedikit pula yang memberi dari hasil kelebihan/kekayaannya dari hasil korupsi! Sedangkan KASIH adalah MEMBERI DARI KEKURANGAN/ KEMISKINAN, sehingga pada akhirnya karena ketiadaannya, maka yang diberikannya adalah dirinya sendiri, itulah yang diberikan oleh Yesus Kristus, Ia memberi diriNya. Itulah persembahan yang berkenan di hadapan Allah. Mari kita perhatikan sejak perjanjian Lama, bukankah persembahan Korban Habil yang diterima oleh Tuhan, karena persembahannya adalah korban nyawa domba yang kemudian nyawanya sendiri, begitupula korban Ishak, juga adalah mengorbankan dirinya, meskipun akhirnya harus diganti oleh korban domba yang kemudian melambangkan korban Kristus yang merupakan domba Allah menggantikan Ishak ribuan tahun sebelumnya. Mungkin saudara bertanya, mengapa bukan Ishak saja yang dikorbankan, mengapa harus menunggu Yesus ribuan tahun kemudian. Dan bila itu yang terjadi maka Ishaklah sang Mesias/ Juruselamat dunia, mengapa Ia hanya dijadikan symbol saja dari kedatangan domba Allah yang sebenarnya! Seperti pernah saya jelaskan pada artikel saya sebelumnya tentang pertobatan lahir baru. Dimana telah di jelaskan bahwa Adam pertama telah berdosa, Adam pertama adalah Benih Allah pertama yang lahir ke dunia bukan hasil hubungan biologis anatara manusia laki laki dan perempuan, Ia dihembuskan oleh nafas Allah sendiri. Tetapi setelah berdosa maka benih Allah pertama ini telah rusak oleh dosa. Maka benih keturunan Adam selanjutnya adalah lahir dari benih dosa. Termasuk Ishak lahir dari hubungan biologis dari benih dosa. Benih Dosa menhasilkan benih dosa pula. Hukuman dosa adalah kematian kekal di neraka. Maka Allah berjanji akan mengirimkan suatu benih Allah yang baru yang steril dari dosa, didalam diri Tuhan Yesus Kristus, Dialah Benih Allah yang baru Manusia Allah/ gambar Allah yang baru.
Pelajaran apa yang dapat kita petik dari pembahasan tentang perbedaan Keadilan Substantive dengan keadilan normative? Pertama Keadilan yang diadopsi oleh dunia ini adalah keadilan yang bersifat normative, dimana keadilan didasarkan atas prestasi dan kerja keras seseorang, sedangkan keadilan Allah adalah bersifat substantive dimana manusia harus mengakui keadaan dirinya telah berdosa dan mengakibatkan kematian kekal di neraka. Sebab itu benih dosa pada manusia lama keturunan Adam I haruslah diganti oleh benih Kasih manusia baru di dalam diri Tuhan kita Yesus Kristus.Oleh sebab itu manusia perlu pertobatan lahir baru. dilahirkan kembali. Seseorang yang menyadari keadaan dirinya tidak berdaya akan menyebabkan ia mencari pertolongan dan memohon belas kasihan dari Sang Juruselamat. Sama seperti seorang sakit kronis yang membutuhkan dokter penyembuhnya. Dan sebaliknya Orang sakit yang tidak menyadari dirinya sakit, maka ia tidak akan memperdulikan keselamatan untuk dirinya. Dan mereka tetap dalam kutuk hukuman dosa, karena mereka menolak grasi dari Tuhan Yesus Kristus. Keadilan Allah didasarkan oleh Kasih. Dan Wujud Kasih adalah Pengorbanan. Sedangkan Keadilan Normatif adalah keadilan yang didasarkan oleh prestasi dan kerja keras, itulah sebabnya Rasul Paulus mengingatkan dalam surat kirimannya pada jemaat Epesus, Ia mengatakan bahwa kita diselamatkan oleh karena KASIH KARUNIA BUKAN OLEH HASIL USAHA/Prestasi kerja keras kita.
Di tengah dunia yang jauh dari keadilan. ADA BERITA SUKACITA BAGI ORANG LEMAH, orang orang kecil korban ketidak adilan dari orang orang kuat, orang orang kaya. Karena Wujud Keadilan Allah yang substantive telah datang ke dalam dunia, dan dunia tidak mengenalnya. Karena Rahasia Kerajaan Surga diberikan kepada orang orang lemah yang dianlogikan oleh Yesus sebagai anak kecil yang berhak atas Kerajaan Surga. Sebaliknya ADA BERITA DUKACITA BAGI ORANG KAYA karena bagi mereka sangat sukar untuk masuk Surga. Karena mereka lebih memilih surga imitasi yang ditawarkan dunia ini. Kiranya kita diberikan hikmat untuk memahami Keadilan Allah yang bersifat substantive itu. Amin.

ORANG MISKIN VERSUS ORANG KAYA

ORANG MISKIN VERSUS ORANG KAYA
Teks : Lukas 6 : 20 – 26 Matius 5 : 1 – 12
Dalam khotbah perdana Tuhan Yesus di atas bukit, Tuhan Yesus mengatakan : “ Berbahagialah ORANG YANG MISKIN di hadapan Allah karena mereka adalah PEWARIS KERAJAAN SURGA”. Sedangkan dalam kesempatan lain Tuhan Yesus menyatakan bahwa ALANGKAH SUKARNYA ORANG KAYA MASUK KERAJAAN SURGA.
Dulu sebelum tahun 2007 penulis menganggap kata kata Tuhan Yesus ini sangat tidak populer sehingga penulis tidak menganggap penting dan menganggap sepele ucapan ucapan Yesus ini. Penulis mengabaikan begitu saja kata kata Tuhan Yesus ini. Maklumlah waktu itu penulis di samping sebagai rohaniwan ( pendeta ), penulis juga merangkap sebagai pengusaha ( Bisnisman). Tentu saja penulis tidak mau mentafsirkan kata kata Yesus ini secara letterlex ( harafiah ), apalagi penulis sudah bergelar Sarjana Theologia (S.TH), karena pasti akan mengancam kenyamanan penulis pada waktu itu.
Penulis selalu mentafsirkan ucapan ucapan Yesus yang kelihatannya janggal itu dengan tafsiran tafsiran berdasarkan secara theologies sesuai bidang ilmu yang penulis pelajari. Tafsiran seperti apa yang waktu itu penulis gunakan? Tentunya tafsiran ini sudah tidak asing lagi di telinga kita. Karena secara seragam kalau ditanyakan kepada orang Kristen apa arti miskin yang diucapkan Yesus, maka sudah bisa ditebak jawabannya, yaitu pastilah dijawab dengan kata : MISKIN ROHANI! Apa betul saudara tafsiran seperti ini? Seandainya benar, tentu akan muncul kata kebalikannya yakni : KAYA ROHANI. Tapi sayangnya tidak ada seorangpun yang mau ambil peduli dengan tafsiran yang tidak jelas ini. Padahal di balik ucapan Yesus ini terkandung suatu berita yang sangat sangat penting untuk diketahui semua orang. Karena di sinilah letak RAHASIA KESELAMATAN SURGAWI itu. Bukankah MISKIN ROHANI merupakan tafsiran yang berkembang dewasa ini, hampir semua orang Kristen di dunia ini sangat menerima ajaran seperti ini, nyaris tidak ada orang yang mau menguji kebenaran dari ajaran/tafsiran seperti itu. Namun pada pertengahan tahun 2007 penulis tergerak untuk membaca ulang seluruh isi Alkitab secara utuh dan menyeluruh tanpa buku tafsiran apapun dibaca secara letterlex dari Kitab Kejadian s/d Kitab Wahyu.
Setelah penulis selesai membaca seluruh Alkitab, barulah penulis sadar akan kekeliruan pemahaman selama ini, karena begitu banyak buku buku tafsiran yang beredar dewasa ini telah menyimpang dari kebenaran yang hakiki dari yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Dan Tuhan Yesuspun sudah 2 kali memperingatkan kepada murid muridNya bahwa ALKITAB Firman Allah TIDAKLAH BOLEH DIUBAH, DITAMBAH atau DIKURANGI apalagi DITAFSIRKAN. Pertama Peringatan ini disampaikan pada waktu Tuhan Yesus memulai misiNya dan yang kedua Tuhan Yesus sampaikan kepada Yohanes pada waktu Yohanes menerima penglihatan di pulau Patmos dan Yohanes tuliskan di kitab Wahyu, di pasal terakhir dari kitab Injil ini. Ternyata mata batin penulis buta selama ini, ternyata jalan pemahaman yang penulis anggap benar sama sekali keliru. Selama ini penulis memilih jalan agama/ jalan kebaikan sebagai kebenaran ternyata tidak benar, ibarat berada di persimpangan jalan maka ada 2 jalan yang harus dipilih ke kiri atau ke kanan. Maka penulis sadar bahwa jalan yang penulis pilih adalah jalan yang disebelah kiri, jalan yang banyak orang anggap benar itu justru membawa kebinasaan. Untuk itu penulis harus pindah kejalur jalan sebelah kanan, yakni Jalan Kebenaran Kristus. Untuk pindah dari jalan yang sebelumnya begitu nyaman bagi penulis jalan di sebelah kiri ke jalan sebaliknya jalan tidak nyaman di sebelah kanan bukanlah hal yang mudah, merupakan suatu perjuangan yang berat yang bahkan sampai saat ini masih diperjuangkan oleh penulis, karena untuk berpindah dari jalur kenikmatan/ kekayaan/ kesuksesan/ popularitas yang disenangi manusia kejalur sebaliknya yang dibenci/ dimusuhi oleh manusia di dunia ini kejalur penderitaan/ kemiskinan/ ketidak berdayaan merupakan suatu pergumulan yang tidak mudah bagi penulis. Tidak mudah, bukan? Bukankah Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa barang siapa yang mau jadi pengikutNya haruslah melepaskan segala sesuatu/ menyangkal diri / memikul salib/ mengosongkan diri barulah ia layak menjadi muridNya. PRASYARAT ini sebagai bukti seseorang telah dilahirkan kembali ( Lahir Baru ). PRASYARAT INI SANGAT DITOLAK OLEH ORANG ORANG DI DUNIA INI. Mereka menggantikan syarat syarat yang diminta Yesus ini dengan syarat syarat yang ditafsirkan sendiri secara religius ( Rohani ). Kata kata Yesus secara hurufiah ini dianggap sangat berbahaya dan mengancam kemapanan para pemimpin agama/ parisi baik di zaman Yesus bahkan tetap berlangsung sampai masa kini dalam rupa parisi parisi modern abad ini. Lalu apa relevansinya paparan di atas dengan istilah kata kaya dan miskin? Seperti telah disaksikan oleh penulis bahwa sebelum tahun 2007, kata kata Yesus mengenai kaya dan miskin sama sekali tidak menyentuh hati penulis, bagi penulis ucapan Tuhan Yesus sangat tidak populer. Oleh sebab itu penulis menganggap sepele ucapan Tuhan Yesus tentang miskin dan kaya ini. Apalagi penulis sering mendengar dari para rohaniwan ( pendeta ) yang adalah kolega penulis sendiri. Dimana mereka mentafsirkan kata miskin yang diucapkan Yesus dengan entengnya mereka mentafsirkan sebagai MISKIN ROHANI, suatu tafsiran yang abstrak tidak faktual dan sangat sulit untuk diverifikasi. Tahun 2007 adalah tahun pertobatan lahir baru bagi penulis. Di tahun itulah penulis rindu untuk mencari kebenaran yang sesungguhnya dari kata miskin di hadapan Allah. Seperti yang diucapkan Yesus dalam khotbah perdananya. KARENA BEGITU BANYAKNYA TAFSIR YANG KELIRU MENGENAI HAL INI, SEHINGGA MENJADI MULTITAFSIR. Akhirnya penulis menemukan jawabannya dalam kitab Injil Matius dan Kitab Lukas yang secara parallel menuliskan khotbah perdana Tuhan Yesus di atas bukit. Dalam kitab Injil Lukas hanya ditulis miskin saja tanpa makna kata miskin di hadapan Allah, yang kini banyak disalah tafsirkan oleh berbagai kalangan. Kitab Injil Lukas lebih menukik pada pengertian yang faktual dari kata miskin ini. Ia menuliskan sbb : Berbahagialah Orang orang miskin karena merekalah pewaris surga, dan Celakalah orang orang kaya …..dst. Dan hal ini senada dengan ucapan Yesus lainnya yaitu : SANGATLAH SUKAR ORANG KAYA MASUK SURGA….dst. Kata kata Yesus ini telah membuka pikiran penulis yang semula buta akan rahasia kebenaran ini. Karena ternyata KUNCI RAHASIA KERAJAAN SURGA TELAH DIUNGKAPKAN YESUS DALAM KHOTBAH PERDANANYA INI BAHKAN TELAH DIVERIFIKASI DALAM KHOTBAH TERAKHIRNYA TENTANG AKHIR ZAMAN. Penulis menyadari bahwa arti kata MISKIN DI SINI BUKANLAH BERARTI MISKIN ROHANI yang diartikan oleh sebagian besar orang Kristen pada masa kini. Suatu tafsiran yang abstrak! Namun makna MISKIN YANG DIUCAPKAN YESUS ADALAH BERMAKNA suatu KEMISKINAN TOTAL. KEMISKINAN TOTAL ADALAH KEMISKINAN SECARA KWANTITAS DAN KEMISKINAN SECARA KWALITAS, ALIAS ORANG ORANG YANG TIDAK BERDAYA. ORANG ORANG SEPERTI INILAH YANG DIMAKSUD SEBAGAI ANAK KECIL DALAM SUATU ANALOGI YANG PERNAH DISAMPAIKAN YESUS KEPADA MURID MURIDNYA. Merekalah yang empunya Kerajaan Surga, menjadi orang orang kudus, orang orang yang sudah dibenarkan oleh kebenaran Kristus. Merekalah penerima kunci kerajaan Surga. Dan secara eksplisit Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa merekalah yang terbesar di kerajaan Surga melebihi para nabi dan hamba Allah lainnya. Hal ini pernah dikatakan Yesus ketika para murid ingin membandingkan Yesus dengan nabi Elia yang telah datang dalam rupa Yohanes Pembaptis. Yesus mengatakan bahwa orang orang paling hina itulah yang lebih besar dari Yohanes Pembaptis. Kata miskin yang diutarakan Yesus adalah miskin dalam arti faktual sesuatu yang konkrit bukan miskin rohani yang abstrak. MISKIN SECARA KWANTITAS ADALAH ORANG ORANG MISKIN YANG TIDAK MEMILIKI APA APA DIBIDANG MATERI. SEDANGKAN MISKIN KWALITAS ADALAH ORANG ORANG MISKIN YANG TIDAK PUNYA STATUS/ JABATAN DAN TIDAK MEMILIKI KEPANDAIAN ATAU ORANG ORANG YANG DIANGGAP BODOH OLEH ORANG ORANG DI DUNIA INI. Jadi kata MISKIN ini dapat disimpulkan dalam suatu kata yaitu KETIDAK BERDAYAAN/ ketelanjangan / kematian. Itulah keadaan manusia ketika manusia jatuh di dalam dosa. Maka orang orang yang menyadari dosanya itulah yang mendapat belas kasihan Allah, dilahirkan kembali menjadi ciptaan baru/ manusia baru. Untuk menjadi ciptaan baru setiap orang harus mati dari hidup lamanya melalui kelahiran baru. Khotbah perdana Yesus ini bukanlah sekedar teori keagamaan yang bisa direspon dengan believe or not? Namun ajaran Yesus telah diimplementasikan secara nyata oleh Yesus sendiri. Dimana untuk menyelamatkan orang orang hina/ miskin, Ia menjadi sama dengan orang orang pilihannya itu dan untuk menjadi pemimpin dari orang orang yang hina itu, maka ia rela menjadi orang paling hina ( terkonfirmasi dalam khotbah terakhir Yesus tentang akhir zaman Matius 25 : 31 – 46 ). Dalam khotbahnya itu Tuhan Yesus dengan jelas mengatakan barangsiapa melayani orang orang yang paling hina berarti ia telah melayani Aku, tidak dikatakan demi Aku. Dan hal yang memperjelas statementnya ini , dapat kita lihat respon dari orang yang bertanya itu, dengan kata kata dimana engkau Tuhan? Jadi jelas bahwa orang yang paling hina itu adalah rupa keberadaan Yesus di dunia ini. Inilah ajaran yang murni dari Yesus tentang makna orang orang miskin pewaris surga. Dan hal ini tentu saja berbanding terbalik dari apa yang diajarkan dunia ini termasuk pengajaran para pemimpin agama/ parisi modern zaman ini. Di mana untuk memimpin orang orang pintar maka yang dipilih adalah orang orang yang paling pintar dan untuk memimpin orang kaya, maka yang dipilih adalah orang orang yang lebih kaya atau orang yang paling kaya. Sedangkan Yesus mengambil jalan yang sebaliknya dimana untuk memimpin orang hina/ miskin, maka Ia harus menjadi contoh yang sama, setelah itu Ia harus lebih hina dari orang orang yang dipimpinNya bahkan Ia menjadi paling hina dan hal ini sudah terimplementasi dalam kehidupan Yesus, jadi antara yang diajarkan dengan fakta/keadaan sebenarnya selalu sejalan. Tuhan Yesus secara nyata telah membuktikan ajaranNya secara faktual bukan secara ritual seperti yang banyak dilakukan oleh para pemimpin agama sejak dulu bahkan terus meningkat kedurhakaannya sampai masa kini. Secara faktual Yesus telah mengimplementasikan ajaranNya. Dari segi keadaannya pada waktu Ia lahir di dunia ini, Ia dilahirkan di tempat yang paling hina di kandang domba, lebih hina dari seorang pengemis sekalipun. Ia juga miskin dalam kehidupan sehari hari dan juga miskin dalam kematiannya. Dalam setiap ajaranNya YESUS TIDAK MENEKANKAN PADA ASPEK ASPEK RITUAL/ spritualitas/ kerohanian, tetapi Ia selalu mencontohkan hal hal yang bersifat factual. Sebab itu Tuhan Yesus tidak memilih para pakar pakar ritual/ spritualitas/ rohani/ ahli ahli kitab/ imam pemimpin agama. Namun Yesus membutuhkan hamba hamba yang taat mengerjakan hal hal yang faktual. Sebab itu pilihanNya jatuh pada orang orang kecil/orang orang lemah tidak berdaya, sebab di pemandangan Allah orang orang seperti itulah sebagai refleksi dari pertobatan lahir baru. Tuhan Yesus berkata : Barangsiapa yang mau mengikut Aku, haruslah mereka ikut juga dalam penderitaan dan kematiannya, selanjutnya mereka juga akan ikut dalam kebangkitan dan kemuliaanNya. Mungkin saudara akan bertanya bila surga diwariskan kepada orang orang miskin, apakah orang orang kaya juga dapat diselamatkan? Tentu saja bisa saudara, kalau Ia mau bertobat dalam pertobatan yang sebenarnya yakni pertobatan lahir baru, suatu syarat yang sangat berat bagi orang kaya, tetapi tidak ada yang mustahil bagi Allah. Dari pemaparan ini, baiklah kita melihat realitas yang ada. Apakah orang orang Kristen dan para pemimpin agamanya sudah menerapkan apa yang diajarkan Yesus? Kalau kita mau jujur maka yang terjadi adalah bagai panggang jauh dari api! Sama sekali berbanding terbalik, terutama di kota kota besar. Maka Yesus pernah memperingatkan kepada murid muridNya akan kebinasaan kota kota besar yang akan jauh lebih dahsyat dari Sodom dan Gomora karena tidak juga bertobat meskipun mesias dalam rupa Yesus Kristus telah datang ke dunia tapi manusia belum juga mau bertobat. Untuk itu melalui tulisan ini saya selaku hamba Kristus menyerukan pertobatan massive bagi orang orang kaya, karena keselamatan surgawi tidak bisa anda peroleh hanya dengan anda memiliki agama, memiliki kebaikan suka beramal, tetapi keselamatan itu didasarkan hanya pada kebenaran dan keadilan Allah yang tidak sama dengan makna keadilan yang dimiliki dunia ini. Sudut pandang dunia memandang keadilan berbanding terbalik dengan makna keadilan dari sudut pandang Allah. Manusia memaknai keadilan berdasarkan KEADILAN yang NORMATIVE. Misalnya Seorang pekerja akan mendapatkan upahnya dari majikannya yang kaya. Suatu keadilan yang take and give.Suatu keadilan yang bersifat pamrih. Sedangkan Keadilan yang diajarkan Yesus adalah KEADILAN yang SUBSTANTIVE, bahwa semua manusia di hadapan Allah telah berdosa. Tidak ada kaya dan miskin, SEMUA MANUSIA SAMA telah miskin/mati/ telanjang/ tidak berdaya. Semua manusia haruslah memiliki persamaan hak, semua yang ada di dunia ini milik Allah, dan Allah Maha Adil, Ia menganugerahkan Keadilan dan kebenarannya kepada orang miskin, orang orang tertindas, inilah keadilan Allah yang tidak bisa dijangkau oleh logika manusia dengan segala aturan mereka yang normative. Zakheus yang kaya ketika Ia bertobat, Ia langsung memahami KEADILAN ALLAH, karena sang Keadilan Tuhan Yesus Kristus telah membenarkannya. Zacheus mengatakan separuh dari hartaku akan kuberikan kepada orang orang miskin. Apa arti kata separuh, bukankah berarti ada persamaan hak, menjadi sama. Itulah yang dilakukan oleh Yesus, Ia melepaskan haknya untuk menjadi sama dengan orang orang pilihannya. Yesus mengajarkan bila kamu memiliki 2 pakaian berilah satu kepada sesamamu. Suatu fakta di dunia ini orang memiliki harta lebih dari satu, ada yang memiliki rumah 10 unit, apa yang terjadi kalau yang Sembilan itu diberikan kepada orang miskin, maka akan terjadi persamaan hak di dunia ini, tetapi masalahnya manusia tidak ingin sama, karena keadilan yang diajarkan dunia adalah keadilan normative, siapa yang bekerja keras maka ia berhak atas hak kekayaan itu. Siapa yang pintar, sukses, berprestasi itulah yang berhak, yang penting bagi mereka, mereka merasa aman dengan memiliki agama dan perbuatan baik. Maka semboyan manusia tentang keadilan berbanding terbalik dengan makna keadilan Allah. Semboyan yang diusung oleh para pemimpin dunia ini dalam semua bidang umumnya mengusung semboyan yang berkata : MEMBERANTAS KEMISKINAN, MEMBERANTAS KEBODOHAN! Apa yang terlintas di pikiran anda bila mendengar kata MEMBERANTAS? Suatu yang kita berantas adalah sesuatu yang kita benci dan musuhi, bukan? Tuhan Yesus datang dengan ajaran baru yang dianggap aneh oleh manusia di dunia ini, Kalau manusia mau memberantas dan memusuhi kemiskinan, Yesus melakukan hal yang sebaliknya, malah Ia bersahabat dengan kemiskinan, bahkan bukan itu saja! Malah Ia menjadi miskin dan lebih miskin. Yang justru yang harus diberantas bukanlah kemiskinan, tetapi justru MEMBERANTAS KEKAYAAN! Apa arti memberantas kekayaan ? Memberantas kekayaan berarti memangkas kekayaan, minimal 50% seperti tindakan pertobatan Zacheus dan dibagikan kepada orang miskin, sehingga keadilan Allah bisa dinyatakan di dunia ini, maka persamaan hak bisa diiwujudkan di muka bumi ini. Yesus mengecam orang orang kaya apapun agamanya yang menganggap keadilan normative ciptaannya menjadi alat pembenar bagi mereka untuk menimbun kekayaan, dengan dalih bahwa kekayaan yang mereka timbun adalah hasil kerja keras, hasil prestasi kepintaran mereka dan mengabaikan keadilan Allah yang substantive.
Bila anda diminta untuk memilih jadi orang kaya atau orang miskin? Secara normal orang akan memilih jadi orang kaya. Mengapa?? Karena miskin adalah suatu momok yang menakutkan bagi manusia., Suatu yang harus dibenci, dijauhi, diberantas atau dimusuhi. Maka tidaklah mengherankan kalau semboyan memberantas kemiskinan sangat didukung oleh semua manusia di dunia ini. Keadaan miskin adalah musuh bagi manusia. Di tengah suasana seperti inilah Tuhan Yesus mengatakan : Kasihilah Musuhmu. ( kata musuh di sini adalah dalam konteks keadaan miskin yang dibenci manusia ). Karena kepada Iblis, musuh utama Yesus dengan tegas Yesus mengatakan lawanlah Iblis, bukan kasihilah Iblis! Menjadi kaya merupakan suatu keadaan yang sangat dikagumi oleh setiap orang dan orang berupaya bersahabat dengannya, sebaliknya menjadi miskin adalah sesuatu yang dihina orang dan orang berusaha menjauhi/memberantas dan memusuhinya. Selaku hamba Kristus saya memilih pilihan ini. Mungkin anda menganggap penulis orang yang abnormal! Rasul Paulus mengatakan dalam beberapa tulisannya Ia mengatakan bahwa apa yang dikagumi manusia dibenci Allah, sebaliknya apa yang dihina manusia dikagumi Allah. Kiranya kita diberikan hikmat dalam memilih prioritas hidup, apakah kita memilih hidup kaya/ nyaman di dunia ini paling lama 100 tahun kemudian siksaan abadi di neraka atau hidup miskin sementara, tetapi mewarisi hidup di surga ribuan tahun, jutaan tahun bahkan milyaran tahun tak terbatas. Yang jelas salah satu harus dipilih. Selamat memilih! Amin.

4 KEKUATAN BESAR YANG DIPERTUHAN MANUSIA MASA KINI (3)

4 KEKUATAN BESAR YANG DIPERTUHAN MANUSIA MASA KINI ( SIAPAKAH ANTIKRIS ZAMAN INI ? ) Serie 3
Teks Bacaan Alkitab : Yohanes 4 : 24 Lukas 4 : 1 – 8

Pada serie kedua topik renungan yang lalu kita telah membahas Kekuatan Nafkah adalah salah satu kekuatan besar dari 4 Kekuatan Besar pada judul renungan di atas. Selanjutnya pada bagian ketiga serie renungan ini marilah kita melihat uraian dari 2 kekuatan lainnya yaitu Kekuatan Politik dan Kekuatan Agama.
KEKUATAN POLITIK : Adalah salah satu kekuatan yang berpengaruh di dunia ini. Orientasinya adalah jelas yaitu bagaimana caranya memperoleh kekuasaan atau power. Kekuatan politik terjadi diberbagai bidang kehidupan utamanya dibidang pemerintahan suatu Negara. Karena orientasinya kekuasaan, maka orang saling bersaing untuk singkir menyingkirkan untuk memperoleh kekuasaan dalam berbagai jabatan tinggi. Bukankah kekuasaan adalah attribute dari seorang pemimpin ( Imam )? Ingat Tuhan Yesus datang bukan sebagai pemimpin, bahkan sebaliknya Ia menjadi seorang Hamba yang taat. Ia datang tanpa jabatan ( powerless), lalu bandingkan dengan para penguasa Negara dan penguasa dibidang lainnya sebagai pemegang power/ kekuasaan ( powerfull ). Iblis memberontak terhadap Allah, karena Ia ingin berkuasa seperti Allah. Dan keinginan yang sama telah ditransfer oleh iblis kepada manusi a pertama Adam dan Hawa serta seluruh keturunannya, termasuk umat manusia yang hidup dimasa kini.
Seperti kita ketahui kekuatan politik juga ada Imam atau Pemimpinnya. Untuk jabatan puncak dari kekuatan politik suatu Negara adalah jabatan Presiden. Dan jabatan jabatan yang setingkat seperti MPR, DPR, Mahkamah Agung. Setelah itu jabatan tinggi di bawahnya adalah Para Menteri serta eselon dibawahnya. Dan ini berlaku juga di Negara lainnya dengan sebutan Raja, Kaisar, Perdana Menteri dst.
KEKUATAN AGAMA : Kekuatan besar yang berpengaruh berikutnya adalah Kekuatan Agama. Kekuatan ini juga ada pemimpinnya yakni para Pemimpin Agama/ Ahli Ahli Kitab/ Pengajar Agama/ Parisi. Dan hirarki keagamaan yang sejak ribuan tahun lalu masih terus diterapkan sampai zaman sekarang ini yaitu adanya jabatan Imam dan Imam Besar ( Sekarang ini dibahasakan dengan sebutan : Pastur/Romo, Pendeta dan berbagai sebutan lainnya ). Umumnya orang Kristen tidak mau ambil perduli dengan sistim hirarki seperti ini, karena mereka merasa lebih nyaman dengan sistim/ aturan seperti ini bila dibandingkan dengan syarat mengikut Yesus. Perintah Yesus dianggap tidak flexible terutama menyangkut tentang pertobatan Lahir Baru. Pertobatan yang dibuat oleh pemimpin agama jauh lebih aspiratif dan masih bisa ditoleransikan, ketimbang pertobatan lahir baru yang diminta oleh Yesus. Dan sayangnya para Imam ini dengan menggunakan bahasa malaikat ( bahasa rohani ) mereka juga menyebut diri mereka hamba Tuhan ( entah Tuhan yang mana? ) sehingga banyak orang menjadi terkecoh. para imam/ imam besar/ parisi modern zaman sekarangpun tetaplah sama dengan pemimpin agama/ parisi dizaman Tuhan Yesus. Kelakuan mereka tetap tidak berubah. Hirarki yang digunakan tetap sama, yaitu para Imam ( pendeta dan sebutan lainnya ), mengangkat seorang Imam Besar ( Pemimpin Sinode/ Sinagoge ). Sama halnya pada zaman Tuhan Yesus, zaman sekarangpun pengaruh kekuasaan para pemimpin agama sangat menentukan bagi pemimpin Negara ( politik ) dalam mengambil setiap kebijakan bahkan dalam membuat undang undang. Kalau kita mencermati apa yang terjadi di Negara kita, bukankah fakta seperti ini yang terjadi. Bahkan hal ini juga terjadi di seluruh dunia, dimana Para Pemimpin Agama menjadi rujukan bagi Raja/ Presiden dalam mengambil keputusan, seolah olah mereka mewakili Tuhan di dunia ini. Kekuatan/ pengaruh agama memiliki kekuatan yang sangat besar bahkan melebihi 3 kekuatan besar lainnya. Dalam Alkitab realitas ini juga dialami oleh Tuhan Yesus dan murid muridNya. Sebab itu Tuhan Yesus juga memperingatkan kepada para pengikutNya bahwa mereka juga nanti akan dianiaya dan diperhadapkan kepada Mahkamah Agama ( Pemimpin tertinggi Agama ). Seperti telah dijelaskan dalam tulisan tulisan saya sebelumnya bahwa Tuhan Yesus datang bukan sebagai pemimpin agama. Pada waktu itu umat manusia mendambakan seorang pemimpin agama yang kuat dan kharismatik, yang dapat mengalahkan para raja yang menindas mereka. Tetapi mereka keliru, mereka kecewa ternyata Tuhan Yesus datang bukan sebagai pemimpin Agama seperti yang mereka dambakan. Tetapi Tuhan Yesus datang sebagai Hamba Allah yang taat. Tuhan Yesus datang sebagai seorang hamba yang dianggap hina oleh dunia ini. Dan Ia tidak bergeser dari peran hamba itu, meskipun Iblis berusaha membujuk Yesus untuk mengganti peran hamba menjadi peran Imam ( Pemimpin ). Pada mulanya para murid Yesus juga kecewa dengan Yesus, karena para murid semula juga mempunyai ekpektasi yang sama dengan orang banyak. Namun setelah Yesus menyelesaikan misiNya dan dimuliakan oleh Allah BapaNya, maka barulah mereka mengerti dan bertobat dengan sesungguhnya. Tuhan Yesus datang sebagai hamba yang taat, seorang hamba statusnya budak pada zaman Yesus, dan tidak memiliki hak apa apa, apalagi memiliki jabatan, budak atau hamba adalah manusia tanpa jabatan, suatu jabatan/ status yang paling hina. Suatu ketika para murid bertengkar memperebutkan siapa yang paling besar atau siapa yang layak jadi pemimpin? Kemudian Yesus menjelaskan makna Pemimpin dari sudut pandang yang lain, dan sangat berlawanan dengan nalar atau logika dunia ini. Tuhan Yesus mengatakan : Bila kalian ingin menjadi pemimpin, hendaklah kalian menjadi hamba untuk yang lainnya. Inilah yang Tuhan Yesus maksudkan dengan kata Yang TerKecil akan menjadi yang Terbesar. Kata Kata Tuhan Yesus ini semula dianggap sebagai canda biasa, namun setelah mereka melihat bagaimana Tuhan Yesus telah mengimplementasikannya barulah kelak mereka sadar dengan apa yang telah dijelaskan oleh Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus telah memilih jalan yang tidak populer, Ia telah mengosongkan dirinya demi ketaatan kepada Allah BapaNYa. Sekarang marilah kita bandingkan dengan para Imam/ Imam Besar yang merupakan representasi dari Kekuatan Agama dari salah satu Kekuatan Besar Yang Dipertuhan masa kini, bukankah terlihat suatu yang kontras?? Dan jauh sekali perbedaannya dengan Yesus, dimana Yesus rela memilih taat pada Allah BapaNya dengan memilih status Hamba, suatu jabatan yang paling hina dan Yesus menolak mentah mentah jabatan prestisius yang ditawarkan oleh Iblis untuk menjadi Penguasa dunia dengan cara yang mudah yaitu Menyembah Iblis. Kalau kita mau serius mencermati realitas zaman sekarang, bukankah manusia sudah terkecoh oleh perangkap Iblis, dimana Iblispun menggunakan sarana penyembahan sebagai cara untuk mengelabui manusia. Pada umumnya manusia mengasosiasikan kata penyembahan ini sebagai wujud ibadah kepada Tuhan. Manusia terkecoh, karena Iblispun sangat pandai meniru menjadi seolah olah Tuhan, karena kalau kita pelajari dari Alkitab, bukankah Iblis itu adalah mantan penghulu malaikat yang diusir oleh karena pemberontakannya kepada Allah. Ia memberontak kepada Allah, karena Ia ingin menyamai Allah, sebagai mahluk roh iblis juga ingin disembah seperti Allah. Alkitab menyatakan bahwa Allah adalah Roh dan Iblis yang mantan penghulu malaikat itu juga adalah mahluk roh. Nah disinilah letak kekeliruan manusia selama ini dalam memahami arti kata Ibadah dan arti kata penyembahan. Kalau anda ditanya untuk apa anda kegereja? maka anda akan menjawab saya akan beribadah dan menyembah Tuhan! Namun pernahkah anda memikirkan apa betul yang saudara sembah itu Tuhan, yang adalah Roh itu? Atau sebaliknya anda menyembah Roh yang lain lawannya Roh Tuhan yaitu Iblis yang juga adalah Roh? Nah disini perlu suatu kecermatan untuk menguji mana yang Roh Tuhan dan mana yang Roh Iblis? Lalu bagaimana caranya kita membedakan yang mana yang Roh Tuhan dan yang mana yang Roh Iblis. Tuhan Yesus mengatakan barangsiapa yang melihat Aku maka Ia juga telah melihat Bapa, Karena Bapa dan Aku adalah satu.Dengan demikian jelaslah bagi kita untuk mengenal Allah yang adalah Roh yang tidak kelihatan, tidak ada jalan lain selain harus menemukan Yesus sebagai gambar Allah yang kelihatan. Pada tulisan saya yang lalu saya menulis bahwa Adam adalah benih Allah pertama yang dihembuskan nafas hidupnya dari Roh Allah sendiri bukan hasil perkawinan biologis antara benih laki laki dan perempuan, Adam pertama adalah gambar Allah pertama yang dapat dilihat, tetapi sayang gambar Allah ini telah rusak akibat dosa. Dan benih Allah yang rusak ini harus diganti oleh benih Allah yang baru yang steril dari dosa untuk menggantikan gambar Allah yang rusak itu.
Tuhan Yesus adalah gambar Allah yang dapat dilihat, dimana ribuan tahun yang lalu Ia telah menampakkan diriNya di dunia ini. Bagaimana rupa Yesus waktu itu? Apa Ia berbentuk malaikat ? Kitab Nabi Yesaya menubuatkan dalam Perjanjian Lama bagaimana rupa Yesus sebelum Ia dimuliakan oleh Allah, Ia adalah seorang yang digambarkan sebagai seorang Hamba dalam rupa yang tidak menarik atau tidak semarak menurut penglihatan mata manusia. Justru itulah yang dipilih oleh Allah. Dan apa yang dijanjikan Allah selalu digenapi. Bila kita mendengar istilah Ibadah maka orang Kristen atau umat agama lainnya mengaitkannya dengan suatu kegiatan penyembahan. Apa betul demikian saudara?
Banyak orang tidak memahami arti Ibadah yang sebenarnya. Ibadah menurut sudut pandang Allah adalah suatu pengabdian pada majikan/ tuan . Dari kata pengabdian melekat dengan tindakan ketaatan kita pada siapa yang menjadi tuan atau majikan kita. Siapa Majikan saudara di dunia ini? Jawabnya adalah tempat kita mengabdi/ bekerja/ melayani. Nah sekarang saya pertajam pertanyaannya? Sekarang siapa majikan saudara itu? Apakah ada yang berani mengatakan bahwa majikan saudara itu Tuhan Yesus Kristus? Tentunya saudara akan mengatakan saya mengabdi pada perusahaan xyz misalnya dan bossnya adalah Mr. Wang misalnya. Mungkin anda akan mengatakan bahwa pertanyaan saya ini aneh dan bodoh. Tapi selaku hamba Kristus saya lebih suka dianggap bodoh daripada saya harus mendukakan majikan agung saya Tuhan Yesus Kristus. Karena saya tidak mau menukar majikan agung saya pemilik surga dengan perusahaan besar apapun. Lalu respon keliru yang saya sering dengar adalah kalau begitu semua orang harus jadi pendeta semua? Ini lebih keliru lagi saudara!! Semua perusahaan kalau gitu harus jadi gereja? Inilah pemahaman yang salah kaprah! Dalam uraian saya sebelumnya telah dijelaskan bahwa pekerjaan/ pelayanan untuk Tuhan bukanlah pekerjaan ritual/ agama tapi pekerjaan yang sama dengan pekerjaan nyata lainnya. Cuma bedanya ialah pekerjaan untuk Tuhan adalah tanpa gaji. Inilah yang membuat orang tidak tertarik bekerja dan menjadikan Yesus sebagai Boss dalam hidup keseharian mereka. Manusia lebih memilih bekerja pada pemimpin ekonomi/ pemimpin nafkah yang dapat memberi mereka nafkah/uang. Dengan uang manusia bisa membeli apa saja, bahkan dapat membeli jabatan/ kekuasaan. Manusia lupa bahwa keselamatan jiwa tidak bisa dibeli dengan uang. Ada Gereja dari denominasi tertentu yang menjual surat pengampunan dosa, yang jelas surat itu dibuat oleh manusia sang pemimpin agama, bukan oleh sang Juruselamat. Jadi agama bisa dibeli saudara! Tapi keselamatan jiwa manusia tidak bisa dibeli oleh apapun. Nah sekarang kembali tentang masalah ibadah penyembahan? Dari 2 roh yang akan kita pilih sebagai majikan, kira kira yang mana menurut anda, roh yang mensyaratkan orang untuk menyembahnya? Roh Kristus atau Roh Iblis? Mari kita telaah bersama dengan cermat! Pada waktu Tuhan Yesus dibawa kepadang gurun, Yesus bertemu dengan 2 roh yang satu RohKudus dan yang satu lagi adalah Roh Iblis. Bukankah Iblis yang meminta Yesus untuk menyembahnya? ( Ingat dalam peristiwa itu Yesus adalah masih manusia biasa seperti kita ). Dan sekarang perhatikanlah dengan cermat apa bonus/gaji/upah yang diberikan oleh iblis bila manusia mau menyembahnya? Bukankah permintaan permintaan yang marak dewasa ini di dunia kekeristenan yaitu : Berkat/sukses/ kaya/ mujizat dan sederet permintaan lainnya yang digandrungi oleh manusia di dunia ini, itulah yang juga ditawarkan kepada Yesus. Sebab itu saya selaku hamba Kristus menghimbau kepada saudara sekalian untuk berwaspada terhadap yang namanya penyembahan, karena penyembahan juga bisa digunakan iblis untuk membelenggu manusia masuk perangkapnya. Dan memang iblis bisa memberikan semua itu, karena ia untuk sementara waktu diberikan kekuasaan atas dunia ini sebelum nanti ia dan pengikut pengikutnya dibuang dalam siksaan kekal api neraka. Waspadalah!! Penyembahan adalah suatu preferensi/ kegemaran iblis dalam memperdaya anak anak Tuhan. Sekarang mari kita bandingkan dengan Roh Kristus. Yesus berkata : Aku datang bukan untuk dilayani/disembah, tetapi Aku datang untuk melayani sebagai hamba/ pelayan. Dan kata kata ini diulang kembali menjelang saat saat sengsara penyalibanNya, Ia mengatakan bahwa Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu sudah memberi contoh bagaimana melayani, demikian juga itu yang harus kalian lakukan. Preferensi Roh Kristus berbeda dengan preferensi Roh Iblis. Dengan demikian sekarang kita dapat membedakan yang mana Roh Kristus dan yang mana Roh Iblis ( Antikris ). Sebab itu pekerjaan Yesus di dunia ini bukanlah pekerjaan ritual/ penyembahan, tapi pekerjaan Yesus adalah nyata. Sebab itu Tuhan Yesus mengatakan: Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup, Dia tidak mengatakan Akulah Malaikat terang ( Mahluk Rohani ) yang perlu manusia sembah, ritualkan. Tetapi Ia adalah Sang Kebenaran. Orang orang yang hidup dalam kebenaran, merekalah penyembah penyembah yang benar. Yohanes 4 :24 mengatakan : “ Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam Roh dan Kebenaran”. Kitab Yohanes juga mengatakan : Bahwa Allah adalah Firman, berarti Firman itu juga adalah Roh Allah yang tidak kelihatan. Tetapi Firman itu telah menjadi manusia di dalam Tuhan Yesus Kristus sang kebenaran itu. Tuhan Yesus wujud dari Firman yang tidak kelihatan itu, supaya melalui kebenaranNya, Firman yang tidak kelihatan itu menjadi kelihatan. Bagaimana hidup dalam kebenaran? Untuk itu kita harus mengerti apa arti kata dari kebenaran? Dalam artikel saya berjudul : Kebenaran versus Kebaikan, telah saya uraikan dengan jelas arti kebenaran itu. Arti Kebenaran berbeda dengan Kebaikan. Sebab tidak ada orang benar di dunia ini semuanya telah berdosa. Sebab itu manusia harus dibenarkan oleh sang raja kebenaran pemilik kebenaran. Karena bukan orang baik yang masuk surga tetapi pemilik surga adalah orang orang yang sudah dibenarkan melalui kelahiran baru ( lahir baru ). Jadi apa arti Kebenaran itu di mata Allah? Kebenaran bukan bermakna perbuatan baik atau jahat! Namun merujuk pada kata kembar dari kata kebenaran itu. Apa kata kembar yang bermakna parallel dengan kata kebenaran? Kata kembar dari kebenaran adalah keadilan, karena bukan kebenaran namanya tanpa keadilan begitupula bukan keadilan namanya tanpa kebenaran, dua kata ini bagaikan dua sisi mata uang dalam lembar uang yang sama. Perbuatan baik tanpa keadilan dan kebenaran adalah suatu kemunafikan atau kamuflase semata. Lalu apa arti keadilan saudara? Tuhan Yesus mengatakan Kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri, apa maksud kalimat ini? Bukankah ini bermakna adanya persamaan hak yang diminta oleh Yesus? Zacheus pada waktu Ia bertobat, ia mengucapkan bukti pertobatannya dengan mengatakan: Separuh dari hartaku akan kukembalikan kepada orang miskin……….dst. Apa arti kata separuh, Ini menunjukkan suatu persamaan fifti fifti. Ucapan Zacheus bukanlah tindakan ritual, tetapi adalah tindakan faktual. Pertobatan lahir baru haruslah dimulai dari sini. Itulah sebabnya persembahan/ibadah janda miskin itu diterima Tuhan, Ia bukan memberi dari kelebihannya, tetapi memberi dari kemiskinannya. Ibarat orang lomba lari, maka haruslah berada digaris start yang sama, menuju pada titik nol/ kemiskinan. Inilah yang dimaksud dengan penyangkalan diri sebagai bukti orang orang yang sudah dilahirkan kembali ( lahir baru ). Kiranya artikel renungan ini merupakan sarana koreksi dan memberikan pencerahan dan penyadaran untuk kita semua. Amin.

4 KEKUATAN BESAR YANG DIPERTUHAN MANUSIA MASA KINI (2)

4 KEKUATAN BESAR YANG DIPERTUHAN MANUSIA MASA KINI ( SIAPAKAH ANTIKRIS ZAMAN INI? ) Serie 2
Teks : Markus 10 : 23 – 25 Markus 10 : 28 – 31

Pada bagian pertama serie renungan ini telah diuraikan bahwa ada 4 kekuatan besar yang dipertuhan oleh manusia pada masa kini yakni : 1. Kekuatan besar IPTEK 2. Kekuatan besar nafkah ( ekonomi ) 3. Kekuatan politik 4. Kekuatan agama. Pada serie 1 renungan ini telah dijelaskan secara singkat tentang kekuatan yang pertama yaitu Kekuatan Iptek ( Ilmu Pengetahuan ). Selanjutnya saudara, kita akan membahas tentang kekuatan besar yang kedua yaitu Kekuatan nafkah atau dapat disebut juga sebagai kekuatan ekonomi.
Kekuatan nafkah merupakan suatu kekuatan yang berpengaruh dan berkuasa dan tidak kalah berkuasanya dari kekuatan yang pertama kekuatan iptek. Kekuatan nafkah/ ekonomi adalah kekuatan yang sangat penting dan menjadi pusat perhatian manusia karena ini merupakan masalah urusan perut ( Urusan makan dan minum ). Kekuatan nafkah/ekonomi ini juga memiliki Imam ( Pemimpin ) dari tingkat terendah sampai tingkat yang tertinggi. Siapakah pemimpin nafkah/ ekonomi dalam tingkat yang terendah? Sudah menjadi kelaziman di dunia ini bahwa seorang suami adalah sebagai kepala / pemimpin ( Imam ) dalam keluarga. Dengan demikian pertanyaan siapakah pemimpin ekonomi dalam hirarki atau tingkatan terendah sudah terjawab yaitu adalah para suami/ kepala keluarga. Para suami adalah kepala keluarga ( imam ), pencari nafkah disebut juga sebagai tulang punggung suatu keluarga.
Mayoritas manusia di dunia ini masuk dalam hirarki ini. Maka menurut pandangan dunia ini betapa hina dan tercelanya bila seorang imam dalam keluarga atau kepala keluarga tidak bekerja mencari nafkah/ uang. Dan sebaliknya alangkah terpujinya seorang imam ( kepala ) dalam keluarga kalau ia pintar dalam mencari nafkah karena di sinilah letak harga diri seseorang. Oleh sebab itu tidaklah mengherankan kalau orang tidak tertarik mengikut Yesus apalagi bekerja untuk Yesus. Ada sebuah lagu rohani yang syairnya berkata : Kerja buat Tuhan terlalu manise, biarpun tanpa gaji……dst. Orang Kristen kerapkali menyanyikannya, tapi dalam prakteknya antara yang dinyanyikan dengan yang dilakukan sangatlah berlawanan! Belum lagi sebuah lagu rohani lainnya yang syairnya berbunyi demikian : Saya mau iring Yesus, meski miskin dan menderita dalam dunia…dst. Yang terjadi justru kebalikannya, manusia begitu munafik, antara yang terucap dengan fakta adalah sangat jauh berbeda ( Kelakuan parisi/pemimpin agama pernah dikecam oleh Yesus karena berperilaku seperti itu ). Kelakuan parisi modern zaman sekarangpun tidak kalah durhakanya terhadap Yesus, tetapi orang Kristen berlaku cuek atau masabodoh terhadap tawaran Yesus untuk bekerja melayaniNya. Sekarang ini sudah terbangun asumsi bahwa yang namanya Melayani Yesus itu dikhususkan untuk para pendeta, majelis gereja dan aktifis aktifis yang aktif dalam kegiatan ritual gerejawi. Dan mereka berkata : biarlah kami kan bisa mendukung mereka dalam bentuk kehadiran kami di gedung gereja, memberi persembahan, perpuluhan dan menjalankan kegiatan kegiatan ritual, sedangkan urusan lainnya biarlah para pendeta, majelis gereja, para aktifis yang mewakilinya. mereka adakan untuk melayani kami anggota jemaatnya. Bukankah tidak ubahnya seperti bekerja di sebuah perusahaan yang melayani karyawan dan nasabahnya? Pertanyaannya sekarang apakah melayani bekerja untuk Yesus sama seperti itu ? Tentu saja tidak seperti itu saudara! Mengikut Yesus justru kebalikannya, setiap orang harus rela melepaskan harga dirinya, bahkan menjadi hina dan bukan memperoleh pujian manusia. Manusia lebih memilih melayani kegiatan keagamaan, patuh pada pemimpin agama/ parisi modern zaman ini ketimbang mengikut dan melayani Yesus karena mereka lebih aspiratif terhadap keinginan manusia. Mengikut Yesus secara letterlex dianggap berlawanan dengan aspirasi mereka, Pengikut Yesus adalah orang orang hina, tidak punya harga diri, sangat memalukan, bisa bisa dianggap sesat dan gila. Hal ini juga pernah dialami oleh Yesus. Perjanjian Baru mencatat, Manusia menolak Yesus, Ia dikucilkan, mau dilempar batu, dihina dan dianiaya mereka menghina Yesus dan menyebutnya sebagai orang gila. Selanjutnya siapakah pemimpin nafkah/ekonomi dalam tingkat yang tinggi? Alkitab mencatat di kitab Wahyu akan kebinasaan dari para pedagang/pebisnis/ pengusaha, merekalah masuk dalam kategori pemimpin nafkah/ekonomi dalam tingkat yang tinggi. Kemudian juga kehancuran dari suatu Negara yang paling banyak sumber ekonominya/ Negara kaya, merekalah yang masuk dalam kategori pemimpin ekonomi yang tertinggi. Sekarang kalau kita mau merefleksi diri, bukankah Negara miskin mengharapkan bantuan dan mengabdi pada Negara kaya/ pemimpin ekonomi dunia? Bukankah para suami pemimpin ekonomi terendah juga mengabdi pada para pengusaha sebagai pemimpin nafkah yang lebih tinggi? Inilah suatu realitas yang ada di dunia ini. Bukankah hal ini merupakan kenyataan bahwa manusia menggantungkan hidup pada kekuatan nafkah dari tingkat yang terendah sampai pada tingkat yang tertinggi? Dalam kehidupan ritual, kelihatannya manusia mencari Tuhan, tetapi pada praktek hidup sehari-hari nya manusia menggantungkan diri pada kekuatan nafkah/uang. Maka ajaran Tuhan Yesus untuk bekerja melayaniNya dan meninggalkan nafkah/pekerjaan dipandang tidak konstektual, dianggap sebagai ajaran orang yang tidak waras, itulah faktanya! Yesus ditolak, Yesus dihina! Manusia lebih memilih dunia ini ketimbang memilih Yesus Sang Juruselamat. Mereka baru mau ikut Yesus kalau syarat lahir baru yang diminta Yesus bisa dikompromikan. Dalam Alkitab mengungkapkan dengan jelas orang orang yang urung mengikut Yesus, ketika Yesus menolak berkompromi dengan orang orang yang menggunakan alasan untuk mengurusi ladangnya/bisnisnya lebih dulu baru mereka mau mengikut Yesus. Banyak argument yang dewasa ini dipakai orang untuk tetap mempertahankan nafkahnya, dan umumnya imam imam modern justru melegalkan argument tsb, dan mengeruk keuntungan dari pengajarannya itu. Argumen argument itu antara lain adalah : Asal jadi orang baik baik, suka beramal maka orang Kristen justru harus kaya supaya bisa menolong orang, sebab itu diperlukan nafkah/ uang, orang Kristen harus berhikmat, jangan bodoh mengikuti bulat bulat perkataan Yesus! Inilah beberapa argument kelihatannya bagus apalagi dibungkus dengan bahasa rohani. Apa betul argument argument itu saudara? Selaku hamba Kristus, dengan tegas saya mau katakan bahwa argument itu tidaklah benar! Argumen argument itu adalah bukti seseorang menolak Kristus. Dan dosa menolak Kristus tidak ada ampunnya. Dosa dosa lain umumnya terjadi antar manusia, dan itu bisa diampuni kalau seseorang mau bertobat dan tidak mengulanginya. Tetapi dosa menolak Kristus tidak terampunkan, dosa menolak Rohkudus.( Setelah dimuliakan Yesus bukanlah manusia biasa Dia adalah wujud kepenuhan Allah/hadirat Allah. Saya mau katakan di sini itulah beratnya mengikut Yesus, perlu penyangkalan diri/pengosongan diri dari keinginan dunia ini. Sungguh tidak populer! Tuhan Yesus selalu berterus terang kepada setiap orang yang mau jadi pengikutnya bahwa risiko mengikut Yesus adalah engkau akan dihina, harus berani menerima malu. Sebab itu Tuhan Yesus mengingatkan barangsiapa yang malu mengikut Yesus, maka Yesuspun malu mengakuinya dihadapan BapaNya kelak. Tetapi berbahagialah orang yang karena mengikut Aku engkau ditolak, dihina dan dikucilkan bahkan dianiaya dan dibunuh karena upahmu besar di surga. Mengikut Yesus adalah pengabdian penuh atau pekerjaan penuh waktu ( Full Time ). Dan patut diingat bahwa pekerjaan mengikut Yesus bukanlah pekerjaan ritual ( agama ), tetapi merupakan pekerjaan yang nyata. 100% nyata, bukan 50% ritual dan 50% faktual ( nyata ). Itulah beratnya mengikut Yesus, karena mengerjakan pekerjaan nyata/ faktual 100% tapi tanpa gaji. Jauh berbeda dengan pekerjaan nyata da lainnya, karena upah dari pekerjaannya adalah gaji/ berupa uang. Sedangkan pekerjaan mengikut Yesus adalah tanpa gaji, tapi Yesus menjanjikan upahnya yang jauh lebih berharga yaitu suatu kehidupan kekal. Lalu bagaimanakah sikap kita mengenai masalah perut? Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita tentang Doa Bapa Kami, yang antara lain berisi kata kata : “ Berilah kepada kami, makanan kami yang secukupnya. Arti kata secukupnya bukanlah berarti suatu kemapanan tetapi makna yang terkandung adalah bermakna hidup seperlunya. Karena doa itu dilanjutkan dengan kata kata : Biarlah kesusahan sehari cukuplah sehari. Berarti sehari saja dan tidak bergantung pada tabungan atau deposito anda, tapi hidup bergantung pada pemeliharaan Tuhan. Apakah dengan mengikut Yesus kita diajarkan jadi pemalas? Sama sekali tidak saudara! Karena pekerjaan yang dikerjakan Yesus adalah pekerjaan faktual bukan pekerjaan ritual, tapi pekerjaan sungguhan yang harus dikerjakan dengan lebih rajin. Lalu darimana uang untuk membiayai hidup? Yohanes Pembaptis mengatakan : “ Hasilkanlah dari buah buah pertobatanmu”. Dan salah satu dari tulisan Rasul Paulus juga mengatakan: “ Memberi dari apa yang ada padamu dan bukan dari apa yang tidak ada padamu, dan cukupkanlah hidupmu dari apa yang ada padamu. Marilah kita kembali merefleksi diri, bahwa pada waktu sebelum anda bertobat dalam pertobatan lahir baru , hidup kita menimbun harta sebanyak-banyaknya sehingga kita selalu merasa kurang, kita selalu merasa kurang banyak untuk memiliki dan menyimpan/ menimbun. Namun setelah bertobat seharusnya kita harus merubah orientasi hidup kita dari orientasi hidup menyimpan/ memiliki/menimbun menjadi orientasi hidup yang baru seperti yang telah diteladankan oleh Tuhan Yesus menjadi orientasi hidup melepaskan hak milik kita/ menggunakan/ mengosongkan diri, ini bisa terjadi kalau ada penyangkalan diri melalui pertobatan lahir baru. Orientasi hidup seperti Yesus, juga telah diteladani oleh rasul Paulus. Rasul Paulus mengatakan, bahwa biarlah aku semakin berkurang kurang, tetapi bertambah-tambah dalam Kristus. ( Menjadi serupa dengan Yesus ), itulah orientasi hidup Paulus setelah ia bertobat. Kepada murid muridNya Yesus pernah mengingatkan untuk tidak bekerja pada 2 majikan, Tuhan atau Mamon? Kristus meminta pada muridNya untuk memilih salah satu. Kalau tidak akan terjadi conflict of interest ( benturan kepentingan ). Kalau memilih mammon harus bekerja sepenuh waktu untuk Mamon ( tidak boleh separuh separuh), begitu pula sebaliknya kalau memilih Kristus. Siapakah Mr Mamon itu? Mamon adalah nama lain dari Uang ( Nafkah ). Tadi sudah dipaparkan siapa saja pemimpin nafkah/ekonomi di dunia ini. Yakni para kepala keluarga/ para suami pencari nafkah untuk hirarki pemimpin nafkah terendah, dan para pengusaha/ pemberi nafkah untuk pemimpin nafkah untuk hirarki yang lebih tinggi dan pemimpin ekonomi dunia suatu Negara kaya dan besar di dunia ini. Para pemimpin nafkah/ ekonomi ini mempunyai kekuatan yang sangat besar dan berpengaruh, karena dengan kekuatan uang/ ekonomi mereka, mereka dapat mengarahkan dan mempengaruhi pada 3 kekuatan besar lainnya. Bukankah suatu fakta yang sudah terjadi zaman sekarang ini dimana para pengusaha ( imam dibidang ekonomi ) telah berkolaborasi dengan para pemimpin politik ( pemimpin Negara ) dan pemimpin agama, mengatur pemerintahan dunia ini. Rasul Paulus dalam surat surat kirimannya kepada Timotius menubuatkan bahwa pada akhir zaman banyak orang akan cinta uang dan memperTuhan perut ( urusan nafkah/ urusan makan minum ). Dan sekarang ini kalau kita cermat mempelajarinya, maka apa yang sudah dinubuatkan Rasul Paulus itu telah menjadi kenyataan. Sebab itu Rasul Paulus dengan tegas mengatakan bahwa akar atau biang keladinya kejahatan adalah uang. Inipun suatu fakta! Selanjutnya marilah kita menantikan serie ke 3 untuk membahas 2 kekuatan besar lainnya yakni kekuatan Politik dan kekuatan agama. Kiranya anda tetap mengikutinya dengan seksama. Amin.

4 KEKUATAN BESAR YANG DIPERTUHAN MANUSIA MASA KINI

4 KEKUATAN BESAR YANG DIPERTUHAN MANUSIA MASA KINI ( SIAPAKAH ANTIKRIS ZAMAN INI? ). Serie 1
Teks : Matius 11 : 25 – 27 Matius 12 : 18 – 21

Apa yang terlintas di pikiran anda bila mendengar kata Berhala? Kebanyakan orang memaknai berhala adalah sesuatu yang disembah, seperti misalnya patung ukiran, yang berbentuk dewa maupun yang berbentuk hewan, misalnya berbentuk naga dan symbol symbol hewan perkasa lainnya. Sesuatu yang kita per Tuhan itulah Berhala. Jadi cakupannya lebih luas dari yang sudah diuraikan di atas. Jadi Berhala itu bisa apa saja dalam hidup kita. Sesuatu yang kita per Tuhan itulah berhala? Kalau begitu apa arti kata di PerTuhan? Dalam bahasa sederhananya memper Tuhan sesuatu adalah mengistimewakan/ memperioritaskan sesuatu/ mengasihi sesuatu lebih daripada mengasihi Tuhan pencipta kita. Kalau saya bertanya kepada saudara : Apakah yang terpenting dalam hidup saudara? Maka akan banyak jawaban yang muncul. Tentunya tergantung dari apa yang saudara paling kasihi di dunia ini.
Sekarang saya lanjutkan pertanyaan saya : Apakah yang paling saudara kasihi di dunia ini? Jawaban atas pertanyaan ini tentunya itulah yang akan saudara prioritaskan/istimewakan dalam hidup ini. Dan secara tidak langsung atau tanpa kita sadari kita telah memberhalakannya.
Topik Artikel Renungan kita kali ini berjudul : 4 Kekuatan Besar Yang di PerTuhan Manusia Masa Kini. Kiranya bisa membuka mata kita akan realitas yang ada dan sekaligus melakukan koreksi, apakah kita masih ada di jalan Kebenaran yang ditunjukan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.
Ada 4 Kekuatan Besar Yang DiPerTuhan Manusia pada masa kini yakni : 1.Kekuatan IPTEK 2.Kekuatan Nafkah 3.Kekuatan Politik 4. Kekuatan Agama. 4 kekuatan ini masing masing memiliki imam ( Pemimpin ). Marilah kita bahas satu persatu tentang 4 kekuatan ini, yang begitu akrab dan penting dalam kegiatan sehari hari hidup kita yang mungkin tidak kita sadari telah mendominasi hidup kita
1.KEKUATAN IPTEK : Masih ingatkah kita bahwa pada mulanya Iblis membujuk manusia pertama Adam dan Hawa di taman Eden. Apakah yang ditawarkan Iblis kepada manusia bukankah tentang buah pengetahuan baik dan jahat? Bukankah Iblis mempunyai keinginan untuk sama dengan Allah dalam hal pengetahuan? Dan keinginan yang sama telah dijual kepada manusia pertama Adam dan Hawa. Dan ternyata jualan Iblis yang ampuh itu serta merta dibeli oleh Adam dan Hawa dan jatuhlah manusia di dalam dosa. Maka Adam dan Hawa menjadi pengikut iblis yang pertama. Disusul kemudian oleh semua keturunannya termasuk kita sekalian yang hidup di muka bumi pada masa kini. Dan tidak ada suatu kekuatan apapun yang dapat melepaskan diri dari cengkeraman iblis itu. Iblis untuk sementara waktu diberi kekuasaan atas dunia ini sampai hari penghukuman nanti. Ia menjadi penguasa tunggal atas dunia yang telah cemar oleh dosa. Oleh sebab itu janganlah heran kalau kita membaca di Alkitab, Yesuspun ditawarkan gemerlapnya dunia ini dengan 4 kekuatan besar yang digengamnya, yang tengah kita bahas dalam judul renungan ini. 4 power ( kekuatan besar ) ini akan diberikan kepada Yesus, yang kala itu masih sebagai manusia biasa seperti kita asal mau menyembah/ memperTuhankan Iblis dan menjadi pengikutnya. Sadarkah saudara, bahwa dunia ini adalah surga imitasi yang diciptakan oleh iblis? Iblis ingin menyamai Allah, apa bisa? Tentu saja tidak! Namun Allah yang Maha Kasih ingin melepaskan manusia dari cengkraman iblis, dengan mengutus Yesus yang telah menang dari godaan iblis itu. Tetapi sayangnya saudara, manusia lebih memilih bersama iblis dengan tawarannya yang menggiurkan itu. Gemerlapnya dunia seperti kekayaan, pangkat, pujian telah membutakan manusia akan jalan keselamatan yang telah dinyatakan melalui Tuhan Yesus Kristus. Manusia lebih memilih dunia menjadi pengikut iblis ketimbang menjadi pengikut Kristus. Manusia lebih memilih surga yang instant yang ditawarkan iblis ketimbang surga yang asli yang harus diperoleh melalui perjuangan yang berat dan melalui penderitaan. Manusia lebih memilih keamanan ( safety ) daripada memilih Keselamatan ( Salvation). Manusia lupa bahwa kehidupan di dunia ini hanya bersifat sementara dan tempat untuk kesempatan manusia untuk bertobat bagi kehidupan yang sebenarnya. Kalau kita mengamati keadaan manusia dewasa ini, bukankah manusia tetap bebal? Manusia tetap tidak bertobat, manusia tetap mengejar pengetahuan setinggi mungkin, ingin mirip bahkan sama dengan Allah dalam hal pengetahuan, dan bahkan lebih durhakanya manusia ingin mempelajari Tuhan, Tuhan dianggap sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan di dunia ini, yang dapat dipelajari dan ditaklukan. Apakah manusia tidak boleh memiliki pengetahuan? Tentu saja boleh! Pengetahuan apa yang harus kita pelajari? Yang Tuhan inginkan agar manusia memiliki pengetahuan akan ketaatan atas perintah Allah. Memang Perintah Allah tidak memberikan kepada manusia suatu kenyamanan bahkan kelihatannya suatu hal yang aneh dan tidak menarik bahkan dianggap suatu kebodohan bagi manusia. Siapakah menurut saudara di dunia ini yang memiliki kwalitas ketaatan kepada Allah? Orang pintar atau Orang bodoh ? Jawabannya dapat saudara temukan dalam kitab Injil perjanjian baru, di mana Tuhan Yesus memilih orang bodoh, orang orang kecil untuk mempermalukan orang orang pintar. Oleh sebab itu tugas yang diberikan Tuhan Yesus bukan untuk mencari pemimpin, tetapi Ia mencari seorang hamba, yang mempunyai kwalitas ketaatan. Seperti itu pula yang diperankan oleh Yesus ketika mendapat mandat dari Allah BapaNya. Ia taat memerankan diri sebagai hamba yang taat, meskipun iblis berusaha menggagalkan dengan memberi peran lain sebagai pemimpin/ penguasa dunia, bagi dunia memilih peran sebagai hamba tidak memilih peran lain misalnya sebagai penguasa dunia, adalah suatu kebodohan. Rasul Paulus dalam surat kirimannya mengatakan bahwa : “ Apa yang dikagumi manusia dibenci Allah, namun sebaliknya apa yang dihina dan dianggap suatu kebodohan bagi dunia dikagumi oleh Allah. Dan ini senafas dengan apa yang telah dilakukan oleh Kristus di dunia ini. Ia secara hurufiah mentaati perintah Allah BapaNya dengan sempurna. Ketaatan adalah bukti dari iman. Yesus bukanlah Sang Imam ( pemimpin agama ) tetapi Ia adalah Sang Iman ( Implementator ketaatan ).
Ciri ciri seorang Hamba adalah ketaatan pada majikan. Seorang hamba yang taat hanya melaksanakan perintah majikannya secara letterlex/hurufiah dan bukan kepintaran mentafsirkan perintah Tuhan seperti yang dilakukan oleh para imam/ ahli kitab, Tetapi seorang hamba dengan lugunya ia melakukan saja apa yang diperintahkan oleh majikannya. Kalau Ia tidak ngerti, ia hanya menanyakan langsung kepada majikannya, ia tidak berani mentafsirkan sendiri perintah majikannya itu. Seorang hamba yang mempunyai kwalitas ketaatan, modalnya hanya takut dan taat pada majikannya. Peran itu telah diejahwantahkan oleh Yesus secara nyata dalam mengemban misi Injilnya di dunia ini. Sebagai orang orang yang mengaku sebagai pengikutNya, tentunya kitapiun harus meneladani peran yang serupa, sehingga semakin hari kita makin serupa dengan Yesus Tuhan kita. Mencermati keadaan manusia pada masa kini maka kita melihat manusia makin bertambah sombong. Dengan menguasai iptek mereka berpikir mereka dapat lari dari hukuman Allah atas dunia ini. Sejak kecil manusia dimotivasi untuk mengejar pengetahuan setinggi mungkin, sebab manusia berpikir bahwa dengan memiliki pengetahuan mereka bisa memiliki segalanya. Seperti memiliki : Jabatan, Kekayaan, kepopuleran. Itulah paradigm yang terbangun di dunia ini. Tapi dari sudut pandang Allah, justru kebalikannya. Orang bodohlah yang nantinya diberikan kemenangan. Yang tinggi akan direndahkan dan yang rendah akan ditinggikan! Sistim/ tatanan dunia ini memang berorientasi pada pengembangan iptek, dengan menguasai iptek manusia dapat mengukur kwalitas dan prestasi seseorang dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam hal mencari nafkah, penentuan jabatan seseorang tidak lepas dari seberapa besar ia menguasai iptek. Sebab itu tidaklah mengherankan zaman sekarang orang lebih memprioritaskan penguasaan iptek menjadi tujuan hidup utama ketimbang mencari jalan kebenaran atau mencari Tuhan. Yang pada gilirannya tujuan hidup akhir manusia adalah mengejar kekayaan/ harta, uang dan kekuasaan. Dan sayangnya tujuan hidup seperti ini sudah merambah ke dunia agama, termasuk pemeluk agama Kristen. Orang seolah olah ingin mendirikan kerajaan agama sebagai ganti kerajaan surga yang kelihatannya tidak menarik untuk diperjuangkan. Mereka mengejar pengetahuan agama, menjadi pakar pakar agama, dan tentu saja orang orang tersebut umumnya menerima banyak pujian atas kepintarannya mentafsirkan agama yang dianutnya. Pada zaman Yesus hal ini juga pernah terjadi, semula banyak orang berduyun-duyun menjumpai Yesus, tetapi setelah mengetahui visi/misi Yesus yang berlawanan dengan aspirasi keinginan mereka, maka mereka berangsur angsur meninggalkan Yesus, dan hanya tersisa 12 murid yang tetap setia mengikut Yesus. Diantara orang orang yang meninggalkan Yesus tercatat ada beberapa parisi/ ahli kitab. Dan Alkitab juga mencatat alasan mereka meninggalkan Yesus. Adalah karena mereka ingin mendapat pujian manusia. Bukankah suatu realitas di dunia ini bahwa dalam memilih orang selalu didasarkan pada pengetahuan/kepintaran. Dengan menjadi ahli/pakar dibidangnya maka orang akan mendapatkan jabatan yang tinggi dengan bayaran yang tinggi pula. Bukankah hal ini juga sudah merambah di dunia agama? Pemaparan lebih lanjut tentang 3 kekuatan lainnya akan dilanjutkan pada serie renungan ini bagian keII kiranya anda tetap mau mengikuti terus uraian topic bahasan ini pada bagian yang kedua. Amin.

MELAYANI TUHAN ATAU MENOLONG TUHAN?

MELAYANI TUHAN ATAU MENOLONG TUHAN?
Lukas 6 : 20 -26 Matius 25 : 31 – 46 I Timotius 6 : 17 – 18

Kali ini saya ingin mengemukakan sebuah judul renungan yang mungkin menyentak perhatian anda. Karena bila kita mendengar kata Melayani, maka bagi orang Kristen pada umumnya telah terbangun asumsi yang merujuk pada sejumlah kegiatan organisasi gereja, sengaja pada kalimat itu saya cantumkan kata organisasi di depan kata gereja. Bila anda telah membaca artikel tulisan saya tentang gereja pada artikel sebelumnya, maka tentunya anda akan memahami alasannya.
Kata Melayani, bagi orang Kristen pada umumnya bukanlah kata yang asing lagi untuk diucapkan, sama halnya dengan mengucapkan kata “Halleluyah, Puji Tuhan”. Kata kata tersebut karena begitu seringnya diucapkan, bahkan cenderung diucapkan secara sembarangan, akhirnya lambat laun kata kata tersebut menjadi terucap tanpa makna!
Kata Melayani sama seringnya diucapkan oleh orang orang Kristen seperti mengucapkan kata “ halleluyah, puji Tuhan “ tak ubahnya seperti kamus bahasa pergaulan bagi sesama penganut agama Kristen. Baik bagi orang Kristen yang secara formal bekerja di organisasi keagamaan, dalam hal ini bagi mereka yang penuh waktu bekerja di gedung gereja alias berkantor di gedung gereja, seperti pendeta dan stafnya yang mendapat gaji dari organisasi gereja. Maupun bagi orang Kristen yang bekerja dibidang sekuler yang terlibat langsung maupun tidak langsung di organisai gereja tersebut, maka kata atau istilah melayani bukanlah hal yang baru bagi mereka. Menjelang hari raya keagamaan orang Kristen seperti misalnya : Natal, Paskah, Jumat Agung, Kenaikan Tuhan Yesus ke surga dan acara acara ritual baik yang rutin, maupun yang khusus, seperti perjamuan kudus maupun acara acara KKR, maka sang pendeta akan menghimbau anggota jemaatnya untuk turut aktif “ Melayani “. Biasanya dibentuklah panitia pelayanan. Dan kegiatan pelayanan seperti ini dilakukan sebagai tradisi semata. Kalau ditanyakan kepada mereka, mengapa mereka mau menggebu-gebu menyibukan diri untuk terlibat dalam panitia pelayanan di gedung gereja. Maka Jawaban mereka seperti sebuah paduan suara yang kompak. Pastilah mereka akan berkata : Semua saya lakukan demi Melayani Tuhan. Apakah itu arti Melayani Tuhan?? Untuk menjelaskannya baiklah kita kembali pada judul renungan ini : Melayani Tuhan atau Menolong Tuhan? Mungkin anda akan bertanya dalam hati mengapa penulis membedakan dari kata Melayani Tuhan dengan Menolong Tuhan?
Pada dasarnya antara kata Melayani dengan kata menolong adalah 2 kata yang memiliki makna yang berbeda. Dan juga harus dilihat pada konteks apa kata melayani dan kata menolong itu di tempatkan. Dalam Alkitabpun Tuhan Yesus pernah menjelaskan arti kata melayani kepada murid muridNya dalam dimensi yang berbeda. Banyak orang Kristen bahkan orang orang yang menyebut dirinya hamba Tuhan telah mentafsirkan secara keliru dalam memaknai kata Melayani Tuhan, mereka beranggapan dengan melakukan kegiatan keagamaan atau kegiatan ritual, berarti mereka telah melayani Tuhan. Gedung gereja seolah- olah sebuah perusahaan milik Tuhan yang harus dikelola secara professional. Dengan penuh confident mereka seolah –olah telah menolong majunya perusahaan Tuhan ( tanda kutip telah menolong Tuhan ). Apakah benar saudara, Tuhan minta ditolong oleh saudara? Tentunya sangat naïf sekali anggapan seperti itu? Untuk itu saya akan menjelaskan kedua kata itu, tentunya sesuai dengan konteks Alkitab di mana kedua kata itu ditulis.
Pertama kita mulai dengan kata “ Menolong”. Setiap orang pasti mengetahui arti kata menolong. Sebagai contoh kita ambil ilustrasi terhadap orang orang yang mengalami musibah bencana gempa bumi dan tsunami di Negara Jepang yang terjadi belum lama ini. Maka banyak pihak yang memberikan bantuan, termasuk Negara kita yang memberikan bantuan, baik kepada korban dari pihak Negara Jepang maupun korban warga Indonesia yang bermukim di sana. Kegiatan menolong umumnya bisa dilakukan dengan berbagai cara memberikan sumbangan atau donasi, bisa berupa bantuan uang, tenaga, atau bantuan medis. Pengertian apa yang dapat kita petik dari kata menolong? Di sini perlu kita catat beberapa hal yang nantinya kita akan perbandingkan dengan kata “ Melayani”. Hal pertama sipemberi bantuan atau pertolongan adalah orang yang lebih kuat, kalau bantuannya berupa tenaga, sedangkan kalau bantuannya berupa uang atau materi maka orang yang memberikan bantuan itu tentunya lebih kaya dari orang yang ditolongnya. Dan sudah merupakan hukum alam di dunia ini di mana yang kuat menolong yang lemah, yang pintar menolong yang bodoh, yang kaya menolong yang miskin, yang sehat menolong yang sakit, yang besar menolong yang kecil dst. Maka dalam konteks duniawi seperti itulah digunakan kata “ Menolong”. Lalu bagaimana dengan kata “ Melayani” apakah sama konteksnya dengan kata Menolong yang sudah diuraikan ini? Tentu saja jauh berbeda saudara! Tuhan, tentu saja tidak identik dengan orang orang korban bencana alam! Tuhan adalah Raja segala Raja. Dia adalah Maha Kuasa. Dia tidak butuh bantuan donasi saudara! Lalu kalau begitu, apa perbedaan antara kata Menolong dengan Melayani? Kepada saudara tadi telah dijelaskan tentang kata Menolong dan konteks penggunaan kata itu, di mana telah dijelaskan bahwa sipemberi bantuan/pertolongan adalah lebih besar, lebih kaya, lebih kuat dari sipenerima bantuan. Jadi siPemberi adalah Subyek sedangkan sipenerima adalah Objek. Nah di sinilah letak perbedaannya saudara? Yesus menggunaka dimensi yang lain dari kata Melayani, dan tidak identik dengan kata menolong. Tuhan Yesus tidak menggunakan hukum alam, dimana yang besar menolong yang kecil, yang kuat menolong yang lemah, yang kaya menolong yang miskin, tetapi Tuhan Yesus memberikan pemahaman baru dari kata melayani yang banyak disalah tafsirkan orang pada masa kini. Ajaran Yesus tidak berbanding lurus dengan ajaran dunia ini, bahkan saling berlawanan. Apa perbedaan kata melayani dengan kata menolong? Kembali pada kata menolong, dimana sipemberi adalah lebih besar daripada sipenerima. Justru di sinilah perbedaannya, bahwa Melayani adalah berbanding terbalik dengan kata menolong, di mana dari kata melayani yang menjadi subyek bukanlah sipemberi, melainkan sipenerima. Yang dilayani haruslah lebih besar dari yang melayani. Konteknya bukan antara donatur dengan korban, di mana kata menolong/menyumbang/membantu lazimnya digunakan. Tetapi dalam kata Melayani konteknya adalah seorang hamba/budak dengan seorang majikan/tuan. Jelas bukan perbedaannya? Berarti melayani Tuhan berarti kita melayani , layaknya seorang pesuruh melayani majikannya. Inisiatif perintah haruslah berasal dari sang majikan, tugas kita adalah secara letterlex mentaati perintah Sang Majikan. Sekarang marilah kita memeriksa diri kita, kira kira mana yang kita lakukan? Melayani Tuhan atau Menolong Tuhan? Kalau kita mau jujur dalam praktek, kita bukanlah Melayani Tuhan, tetapi yang terjadi adalah mengerjakan pekerjaan agama dari agama yang kita anut, kita bukan mengabdi kepada Tuhan, tapi mengabdi pada organisasi agama. Mengapa hal ini bisa terjadi? Paling sedikit ada 2 penyebabnya. Penyebab pertama adalah orang orang Kristen yang menyatakan dirinya melayani tidak memiliki pemahaman yang benar tentang arti melayani Tuhan. Penyebab kedua adalah salah alamat alias tidak mengenal siapa yang dimaksud dengan Kristus Tuhan sang majikan kita. Karena tidak mengenal, maka yang dilayaninya juga majikan lain, bukan Tuhan Yesus Kristus. Dalam artikel saya berjudul : Tuhan atau Uang? Di situ telah diinformasikan kepada saudara adanya 2 majikan atau Tuan. Yang satu bernama Tuhan Yesus Kristus Tuhan kita. Dan yang satu lagi bernama Uang atau sebutan lainnya disebut Mamon, beserta ciri cirinya. Dan bagi yang memiliki Boss bernama Mr.Mamon, salah satu cirinya adalah pemilik uang/ orang orang kaya. karenanya jangan heran kalau orang orang tersebut kelihatannya baik suka memberikan bantuan keuangan, aktif dikegiatan social/ keagamaan, orang orang tersebut menukar nama Yesus dengan bantuan keuangannya. Sehingga penerima bantuan keuangannya bukan lagi mengenal nama Yesus, tapi yang diingat adalah nama Mamon/uang. Peterus waktu mengabarkan Injil di pintu Gerbang Elok, dengan tegas mengatakan : Mas dan Perak, tidak ada padaku, tetapi di dalam nama Yesus bangkit dan berjalanlah! Mungkin anda akan bertanya? Bolehkah seorang pengikut Kristus menjadi orang kaya? Maka jawabnya kembali pada konteks Melayani Tuhan bukan menolong Tuhan. Rasul Paulus mengatakan hendaklah engkau kaya dalam kebajikan/kebenaran. Dalam pengajaran Tuhan Yesus Sang Majikan kita yang merupakan dasar pegangan kita dalam Melayani tidak pernah menganjurkan orang untuk menjadi orang kaya uang, bahkan sebaliknya dikatakan celakalah hai orang orang kaya…dst ( Lukas 6 : 20 – 26 ) ), Tetapi sayangnya para imam zaman sekarang lebih bersahabat dengan para Mr.Uang ketimbang bertemu dengan Tuhan Yesus dalam rupa orang orang pilihanNya, orang orang yang paling hina (Matius 25 :31 -46 ). Sebab itu yang dimaksud melayani Tuhan adalah Melayani orang orang paling hina sebagai representasi Yesus di dunia ini, bukan melayani Mr Uang, dan bukan membagi bagikan uang/menolong/bantuan sosial. Namun melayani Tuhan adalah membawa Berita Sukacita kepada orang orang yang paling hina dan berani memperingatkan orang orang kaya, seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Rasul Pauluspun melakukan hal yang serupa dengan Yesus, dengan memperingatkan kepada Timotius untuk berani memperingatkan orang orang kaya di dunia ini, bahwa orang orang kaya bukanlah pewaris surga, surga secara terbuka dikatakan oleh Yesus diwariskan kepada orang miskin/orang yang paling hina. Inilah berita kebenaran dan keadilan Allah yang tak terjangkau oleh logika pemikiran manusia. Allah berpihak kepada orang orang tertindas, tidak berdaya. Dari penjelasan ini, apa yang dapat kita pelajari? Pertama arti kata Melayani Tuhan, tidak sama dengan kata Menolong, di mana yang menjadi subyeknya adalah sipemberi dan yang menjadi objek adalah sipenerima. Contohnya dalam konteks seorang donatur terhadap korban bencana. Sedangkan kata Melayani adalah kebalikannya, justru yang menjadi subyeknya adalah sipenerima pelayanan dan yang menjadi obyeknya adalah sipemberi pelayanan. Contohnya dalam konteks antara budak/hamba dengan sang majikan. Sedangkan yang kedua dan hal yang sangat penting adalah mengenali siapa majikan kita yang kita layani bukan yang kita beri bantuan atau yang kita tolong, justru kitalah yang ditolong oleh Tuhan. Mari kita intropeksi saudara, siapakah majikan yang saudara layani? Apakah Organisasi Gereja ( Sinode Gereja )? Apakah para donatur/orang orang kaya ( Mr.Uang )? Yang jelas Sang Majikan Agung kita Tuhan Yesus Kristus tidak berkantor di kedua tempat itu. Matius 25 : 31 – 46, misteri keberadaan Tuhan, Majikan Agung yang kita layani telah menyingkapkan dengan jelas di mana Ia berkantor di dunia ini. Ia berkantor diantara orang orang yang paling hina, tertindas dan tidak berdaya. Mengapa penulis berani memberikan statement seperti ini? Kelihatannya janggal agak irasional! Bukankah ini statement gila melawan arus? Di tengah arus dunia yang menuju kebinasaan dan kehancuran memang dibutuhkan ketaatan total kepada Kristus Sang Majikan Agung yang kita layani. Perhatikanlah dari pembacaan Matius 25 : 31 -46, di situ diperlihatkan teriakan penyesalan dari orang orang Kristen yang notabene adalah orang orang yang melayani Tuhan. Cobalah anda cermati pertanyaan mereka atas kegagalan mereka menerima hidup kekal! Mereka bukan bertanya : Kenapa? Tetapi pertanyaan mereka adalah : dimana Engkau Tuhan? Berarti selama mereka melayani, mereka belum pernah berjumpa dengan Kristus majikan agung, atau dengan kata lain, mereka salah alamat! Alkitab mengatakan bahwa ada jalan yang banyak orang mengira benar, tetapi ujungnya adalah kebinasaan. Sekarang inilah waktunya kita melakukan transformasi atas kekeliruan dari pemahaman mengenai Melayani Tuhan. Selamat mengabdi pada Sang Majikan Agung, Tuhan Yesus Kristus yang benar. Amin.

KOMUNITAS GEREJA ATAU KOMUNITAS GEDUNG GEREJA?

KOMUNITAS GEREJA ATAU KOMUNITAS GEDUNG GEREJA ?
Teks : Matius 25 : 31 – 46 Matius 4 : 18 – 22 Lukas 19 : 1 – 10

Bila mendengar kata Gereja tentunya kita membayangkan suatu tempat gedung ibadah yang diperuntukan untuk orang orang penganut agama Kristen. Bila tiba hari minggu, kalau kenalan anda bertanya : Anda mau ke gereja mana? Maka dengan lancarnya anda akan menjawab dan memberitahukan nama gereja dan denominasinya bahkan lengkap dengan nama pendetanya.
Secara phisik tentunya sebuah gedung gereja mempunyai ciri ciri tertentu. Bila anda ingin ke gereja tentunya tidak mungkin anda memasuki sebuah gedung vihara/ klenteng atau mesjid, karena gedung ibadah tiap tiap agama berbeda. Ciri utama gedung gereja ada lambang salibnya disertai logo dari denominasi gereja tersebut. Ada sebagian gereja yang menggunakan symbol ayam yang menggambarkan tentang penyangkalan Peterus terhadap Tuhan Yesus.
Banyak orang Kristen tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang arti gereja. Mereka memahami gereja hanyalah sebatas tempat/ gedung ibadah yang lengkap dengan symbol salib dan logo denominasinya. Apakah pengertian gereja seperti itu saudara? Sama sekali bukan!
Dewasa ini karena minimnya pengetahuan yang benar tentang arti Gereja, maka tanpa disadari oleh mereka Gereja telah beralih fungsi menjadi panggung hiburan semata. Orang akan membanjiri gereja/ tempat ibadah yang bisa menampilkan para celebrities di berbagai bidang, para pakar/ pembicara ternama, artis penyanyi Kristen idola diperjual belikan tanda kutip. Alih fungsi gereja lainnya adalah gereja menjadi perusahaan agama dengan menjual produk ritual dimana para rohaniwan dengan berbagai sebutan sebagai presiden direkturnya dan umat menjadi customernya. Mungkin anda akan memprotes keras uraian penulis tentang topik ini. Selaku hamba Kristus saya harus berani memaparkan hal ini secara jujur terbuka, dan bila ada protes merupakan hal yang positip! Mengapa? Karena dengan demikian penulis berhasil membangunkan anda sekalian dari tidur rohani yang berkepanjangan. Memberikan informasi yang berupa himbauan seperti ini sangatlah penting, ditengah membanjirnya informasi yang menenggelamkan anda dengan berbagai buaian kesuksesan/ kekayaan materi yang diajarkan para rohaniwan/pemimpin agama tersebut. Kembali pada judul renungan di atas KOMUNITAS GEREJA ATAU KOMUNITAS GEDUNG GEREJA? Dengan menampilkan judul ini penulis ingin memperlihatkan perbedaannya kepada anda sekalian, apakah anda berada di komunitas Gereja atau sebaliknya anda berada di komunitas Gedung Gereja? Secara teoritis orang mengatakan bahwa gereja adalah rumahnya Tuhan atau di dalam Perjanjian Lama disebut dengan sebutan Bait Allah. Pertanyaannya sekarang apakah Rumah Tuhan itu sama dengan Rumah/ tempat kediaman manusia yang berbentuk bangunan gedung? Umumnya setiap orang Kristen sudah diajarkan oleh pemimpin agama mereka bahwa yang dimaksud dengan gereja adalah orangnya bukan gedungnya. Tapi sayangnya dalam tataran realitasnya antara yang diajarkan dengan yang dilaksanakan tidak nyambung alias berbeda. Dalam prakteknya gedung gerejalah yang tetap menjadi rujukan. Para rohaniwan sibuk merenovasi gedung gereja semewah dan senyaman mungkin, seolah-olah gedung gereja itu adalah tempat kediaman Tuhan. Para Pemimpin Agama dengan piawai menyajikan program program ritual seprofesional mungkin, dengan mengundang para pakar pembicara dibidangnya sehingga menyedot banyak pengunjung/ customer. Dengan demikian ibarat perusahaan, gerejanya menghasilkan profit yang besar sehingga bisa memberikan pelayanan yang maksimal, untuk membangun gedung gereja, gedung yayasan, gedung sekolah dengan dalih akan disumbangkan kepada orang orang miskin. Para donatur kaya sangat mudah terkecoh sehingga mensupport kegiatan ritual semacam itu.Karena orang orang kaya tersebut terpenuhi aspirasinya oleh suguhan ritual semacam itu. Melalui tulisan ini saya akan meluruskan pemahaman yang keliru mengenai makna gereja yang sesungguhnya.
Tadi sudah dijelaskan bahwa Gereja itu adalah orangnya? Bila demikian, Pertanyaannya bukanlah apakah Gereja itu? Tetapi pertanyaannya adalah : Siapakah Gereja itu? ( Berarti bukan mengacu pada gedung tetapi mengacu pada suatu pribadi/ orang ).
Pada waktu Tuhan Yesus menjungkir balikan orang yang berjual beli di Bait Allah, dengan tegas Tuhan Yesus memproklamirkan bahwa dirinya adalah gereja. Percayakah saudara, bahwa Yesus adalah Gereja? Jawaban atas pertanyaan ini merupakan sikap saudara memaknai apa itu gereja? Jelaslah di sini bahwa wujud Yesus bukanlah bangunan gedung, meskipun di gedung itu berlambangkan salib sekalipun! Apakah saudara setuju dengan pemaparan ini? Bila demikian berarti saudara berada dalam komunitas yang sama dengan penulis. Dan sebaliknya bila saudara tidak setuju, berarti saudara berada di komunitas yang berbeda yakni komunitas gedung gereja bukan komunitas gereja. Mungkin saudara kembali akan mengkritik keras dan berkata : Kalau begitu gedung gedung gereja yang sudah ada tidak boleh difungsikan lagi, apa begitu maksud penulis? Apakah untuk beribadah bertemu Tuhan, harus dilakukan di lapangan terbuka? Baiklah untuk tidak membuat saudara galau, saya akan menjelaskannya.
Seperti telah dipaparkan di atas bahwa Gereja adalah Orang berwujud suatu pribadi, yakni pribadi Tuhan Yesus Kristus. Kalau kita mempelajari mengapa ada Bait Allah dalam zaman Perjanjian Lama? Setelah manusia pertama Adam berdosa, maka hubungan manusia dengan Allah terputus. Manusia tidak bisa bertemu Allah, hubungannya menjadi sangat jauh. Untuk berkomunikasi dengan manusia, biasanya Allah mengutus malaikatnya dan memilih orang orang tertentu yang kemudian sebutan untuk orang pilihannya waktu itu adalah seorang nabi. Dan untuk memfasilitasi pertemuan antara manusia dengan Allah dibangunlah sebuah Bait Allah yang dibangun sejak zaman raja Daud dan diselesaikan oleh puteranya bernama Salomo. Maka mulailah terbentuk hirarki pembagian tugas di Bait Allah. Ada Imam dan ada Imam Besar yang menyampaikan korban penebusan dosa berupa domba sembelihan di ruang Maha Kudus. Namun semua ritual itu adalah bersifat simbolik untuk menggambarkan akan kedatangan Tuhan Yesus sebagai Sang Gereja di mana di dalam dia merupakan kepenuhan dari hadirat Allah/ tempat kediaman Allah. Setelah kedatangan Yesus, maka hal hal yang tadinya bersifat simbolik itu telah menjadi nyata dan digenapi. Kedatangan Tuhan Yesus menjungkir balikan tradisi ritual di perjanjian lama. Dan dengan tegas Yesus menyatakan bahwa Ia adalah Tuhan atas Bait Allah yang telah dinubuatkan ribuan tahun sebelumnya. Tapi sayangnya Tuhan Yesus ditolak oleh para pemimpin agama beserta pengikutnya. Mereka tetap melanggengkan tradisi ritual tersebut, bahkan kalau kita perhatikan kondisi zaman sekarangpun tidak jauh berbeda Cuma beda dalam bentuk korban, Kalau dulu berupa domba sekarang bentuknya berupa uang. Nah dari latar belakang yang sudah diuraikan, marilah kita kembali pada pertanyaan kritis tadi, tentang gedung gedung gereja, apakah tidak boleh difungsikan kembali? Untuk menjawabnya marilah kita tetap berpegang pada makna gereja itu, yaitu pribadi Yesus. Berarti di mana ada pribadi Yesus, di situlah Gereja. Dalam perjalanan hidupnya Tuhan Yesus, berjalan berkeliling, kadang Ia ada di rumah Peterus seorang nelayan, rumah Peterus bukanlah sebuah gedung mewah, tetapi kehadiran Tuhan Yesus suatu pribadi kepenuhan Allah/kediaman Allah, adalah menjadi tempat atau sarana bertemu Allah, Tuhan atas Bait Allah. Kadang Sang Gereja berkunjung ke rumah Zacheus, seorang kaya pemungut cukai dalam rumahnya yang mewah, tapi patut diingat kunjungan Yesus bukanlah untuk melakukan ibadah ritual, kepada Peterus Sang Gereja (Tuhan Yesus ) sendiri yang menjumpainya. Sedangkan kepada Zacheus , justru sebaliknya, Zacheuslah yang mencari Yesus sebagai bentuk pertobatan Zacheus. Dan beberapa contoh lainnya juga Sang Gereja lakukan bukan di tempat ibadah formal yang dipimpin oleh pemimpin agama, tetapi dilakukan secara langsung di tempat di mana pertemuan itu berlangsung, bisa di lapangan terbuka, bisa di rumah mewah, bisa di atas pohon tempat dimana pertemuan pertama antara Tuhan Yesus dengan Zacheus, bisa di mana saja, yang terpenting bukan tempatnya , tetapi kehadiran dan perjumpaan dengan Sang Gereja itulah yang menjadi substansi utama dari makna gereja itu sendiri. Lalu di manakah kita bisa membedakan di komunitas mana Sang Gereja berada? Apakah di tempat/ gedung megah bersimbolkan salib? Apakah tempat tempat ibadah yang dipimpin oleh pemimpin agama? Dari pemaparan di atas sudah dijelaskan bahwa ada 2 ciri ciri tempat di mana kehadiran Sang Gereja itu. Ciri ciri pertama Sang Gereja berdiam/hadir di tempat orang orang paling hina ( Matius 25 : 35-36 ). Sedangkan ciri ciri yang kedua adalah dimana ada seorang bertobat di manapun ia berada, maka Sang Gereja itu akan datang menjumpainya, seperti halnya dengan pertobatan Zacheus. Tuhan Yesus adalah Sang Gereja Yang Maha Hadir, Ia tidak bisa di batasi oleh tembok tembok ritual yang membelenggu manusia. Kiranya kita diberikan hikmat untuk bisa membedakan komunitas Gereja atau komunitas Gedung Gereja. Amin.

PERTOBATAN LAHIR BARU VERSUS PERTOBATAN AGAMA

PERTOBATAN LAHIR BARU VERSUS PERTOBATAN AGAMA
Teks : Yohanes 3 : 3 II Korintus 5 : 17 Matius 16 : 12 Lukas 9 : 23
Bagi kebanyakan orang di dunia ini istilah kata pertobatan bukanlah hal yang asing. Apakah mereka mengerti tentang makna pertobatan? Jawabnya belum tentu saudara! Apakah definisi pertobatan menurut anda? Umumnya orang memaknai pertobatan adalah sesuatu yang berhubungan dengan moral /karakter / kelakuan atau tindak tanduk seseorang. Sebab itu bila kita melihat seseorang melakukan kejahatan maka kita menganjurkan orang itu untuk bertobat. Lalu bagaimana caranya orang untuk bertobat? Apa sarananya?
Biasanya sarana orang untuk bertobat adalah agama. Agama dijadikan rujukan utama bagi manusia untuk bertobat. Semua agama mengajarkan hal yang sama, agar manusia mau bertobat dari kelakuannya yang jahat. Inilah yang disebut dengan Pertobatan Agama. Makna pertobatan semacam inilah yang diadopsi oleh umumnya manusia di dunia ini. Setiap penganut agama apapun agamanya merasa berbahagia bila seluruh anggota keluarganya rajin beribadah menurut agamanya masing masing, sebaliknya setiap penganut agama akan merasa kecewa dan sedih bila ada anggota keluarganya tidak lagi beribadah di gedung tempat ibadah agama mereka, misalnya ada anggota keluarganya yang tidak beragama/kafir atau ada anggota keluarganya yang pindah dari agama yang dianutnya sejak semula. Dan dengan penuh keyakinan mereka menghakimi anggota keluarganya itu dengan mengatakan bahwa ia telah sesat dan perlu bertobat kembali pada agamanya yang semula. Inilah realitas yang terjadi di masyarakat kita, dan ini terjadi bukan saja di Negara kita tetapi sudah terjadi dimana-mana. Agama sudah di kultuskan layaknya seperti Tuhan. Para pemimpin agama dengan berbagai sebutan seolah-olah Nabi yang mewakili Tuhan di muka bumi ini. Padahal setelah kedatangan Tuhan Yesus, Allah tidak mengirim lagi seorang Nabi di dunia ini. Tuhan Yesus menggenapi atau menyelesaikan apa yang belum sempurna dari tugas para nabi yang di utus Allah sebelumnya. Kedatangan Tuhan Yesus tidak lagi memilih seorang Nabi, tapi Ia memulainya dengan mencari para murid. Dan para murid inilah yang kemudian menjadi pelanjut misi Injil KeselamatanNya. Agama tidak bisa menyelamatkan manusia dari dosa. Agama / torat adalah laksana cermin yang hanya dapat memperlihatkan kepada manusia bahwa manusia telah berdosa. Dan Agama/ Torat hanya memperlihatkan bahwa akibat dosa manusia sudah mengalami kematian kekal terpisah dari Allah sebagai sumber hidupnya. Jadi Agama bukanlah Juruselamat yang dapat menyelamatkan manusia. Sebab itu sangatlah keliru bila ada orang yang mengklaim dirinya sudah selamat dengan menganut suatu agama tertentu. Bahkan pemimpin agama apapun tidak punya otoritas atas keselamatan manusia bahkan untuk dirinya sendiri yang telah berdosa. Rasul Paulus dalam suratnya yang tertulis di Alkitab mengatakan bahwa semua orang telah berdosa dan tak ada seorangpun yang benar. Sebab itu Allah mengutus Sang Kebenaran di dalam Tuhan Yesus Kristus yang telah datang melalui Jalan Kebenaran, bukan melalui jalan agama atau jalan jalan lainnya. Sebab itu perjumpaan dengan Sang Kebenaran itu merupakan satu satunya jalan keselamatan bagi manusia. Tapi bagaimana caranya manusia bisa bertemu dengan Juruselamat atau Sang Kebenaran itu? Apakah dengan menganut suatu agama tertentu? Untuk menjawabnya, marilah kita meneliti kembali latar belakang tentang kedatangan Tuhan Yesus ribuan tahun lalu. Kedatangan Tuhan Yesus dimulai dengan seruan pertobatan dari Yohanes Pembaptis. Pada zaman Yohanes Pembaptis sudah ada Bait Allah ( Gereja ) yang dipimpin oleh para Imam/Imam Besar/ kaum parisi/ saduki / ahli kitab, yang sudah dibangun sejak zaman Raja Salomo. Oleh sebab itu pada waktu mereka menemui Yohanes Pembaptis, dengan keras Yohanes Pembaptis mengatakan dengan 2 seruan yaitu pertama Ia menyerukan : “ Bertobatlah karena kerajaan Allah sudah dekat “ dan hasilkanlah buah buah pertobatan. Seruan kedua : “ Hai Ular beludak jangan harap kalian telah bebas dari hukuman Allah…….dst” . Dengan demikian jelaslah di sini bahwa Yohanes Pembaptis bukan memberitakan agama tertentu dan Yohanes Pembaptis tidak menggunakan sarana gedung Bait Allah yang dipimpin oleh pemimpin agama waktu itu, tetapi Ia memilih tempat terbuka di sungai Yordan. Yohanes menyampaikan berita pertobatan Injil Keselamatan, yang bukan dapat diperoleh dari jalan agama. Secara tersiratpun Yohanes Pembaptis mengatakan bahwa baptisan air yang dilakukannya tidaklah menyelamatkan dengan mengatakan bahwa kalian akan dibaptis oleh RohKudus yang merujuk pada berita kedatangan Sang Juruselamat, Tuhan Yesus Kristus. Dan apa yang dikatakan oleh Yohanes Pembaptis dikonfirmasi ulang pada saat kedatangan Yesus dan direalisasikan setelah kenaikan Tuhan Yesus ke Surga.
Banyak orang, khususnya di kalangan orang orang Kristen pada masa kini yang masih memiliki pemikiran bahwa pada waktu seseorang dinyatakan sebagai pemeluk agama Kristen, lalu mengikuti ritual baptisan air maka orang itu serta merta meyakini bahwa dirinya sudah lahir baru. Dan ini diperkuat oleh ajaran para imam/rohaniwan masa kini yang memberi jaminan bahwa mereka telah selamat dan sudah lahir baru. Sungguh sungguh memperihatinkan! Melalui renungan ini saya tergerak untuk memberikan pemahaman yang utuh tentang makna lahir baru. Lahir Baru bukanlah suatu dogma agama yang membutuhkan pengdoktrinan dengan cara cara katekesasi seperti yang dibiasakan banyak gereja dewasa ini. Lahir Baru adalah bentuk pertobatan yang disyaratkan oleh Tuhan Yesus sendiri untuk menjadi pengikutnya (muridnya). Kalau begitu apa artinya Pertobatan Lahir Baru ? Seperti telah diuraikan dalam uraian sebelumnya tentang pertobatan agama, dimana yang jadi rujukan adalah agama. Apa itu pertobatan Agama? Di samping pengdoktrinan ( katekesasi) dari agama yang bersangkutan, pertobatan agama juga mengacu pada perubahan karakter/ moral, misalnya orang jahat harus berubah menjadi baik. Apakah Pertobatan Lahir Baru sama seperti itu? Sama sekali bukan saudara! Lalu apa arti pertobatan lahir baru yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus?
Kepada Nikodemus Tuhan Yesus berkata : Bila seseorang tidak dilahirkan kembali maka ia tidak bisa melihat kerajaan Allah. Dan kepada para murid/pengikutNya Tuhan Yesus mensyaratkan untuk mengikut Yesus, haruslah menyangkal diri dan memikul salibnya, lalu baru mereka layak mengikut Yesus. Disini ada kata layak berarti orang yang tidak mentaati syarat ini berarti ia tidak layak, tidak perduli apapun profesi anda, baik pendeta, majelis gereja atau siapa saja harus melalui syarat ini. Oleh sebab itu pada penjelasannya tentang akhir zaman, Tuhan berkata kepada orang orang yang mengabaikan syarat ini dengan berkata : Aku tidak kenal engkau hai pembuat kejahatan! Padahal mereka mengatakan bahwa aku berdoa demi namaMu, aku berkhotbah demi namamu ….dst. kami bukanlah penjahat, seperti pembunuh, pelacur dlsb. Dengan kata lain mereka ingin mengatakan bahwa kami adalah penganut agama Kristen dan mengenal namaMu, tapi Tuhan Yesus dengan tegas mengatakan : “Aku tidak Kenal Engkau, hai pembuat kejahatan! Pertobatan Lahir baru bukanlah sekedar perubahan karakter/moral saja. Tetapi Pertobatan Lahir Baru adalah dimulai dengan perubahan keadaan. Dirubah dari keadaan lama menjadi keadaan baru. Dan hal ini dicontohkan sendiri oleh kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini. Tuhan Yesus yang adalah rupa/ keadaan Allah mau merendahkan diri menjadi maha hina dengan melepaskan/mengosongkan diri menjadi manusia yang maha hina, sebagai gambaran pengakuan keadaan orang berdosa meskipun Tuhan Yesus tidak pernah berdosa. Sehingga orang yang mau mengakui keadaan berdosanya, itulah yang mendapat belas kasihan Allah, sama seperti belas kasihan Allah ketika melihat putra tunggalnya yang mengambil rupa keadaan seorang berdosa yakni dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Oleh sebab itu Yesus di tinggikan dan dimuliakan karena ketaatan terhadap Allah BapaNya. Menjadi Serupa dengan Yesus, berarti ikut sama dalam penderitaan dan kematiannya dan setelah itu ikut pula dalam kebangkitan dan kemuliaanNya. Mencermati keadaan zaman ini sungguhlah memperihatinkan karena orang tidak lagi memperdulikan akan keselamatan surgawi, karena mereka mengira pertobatan agama yang mereka miliki sudah menjamin keselamatan mereka. Sebab itu mereka sangat fanatik atau patuh pada para pemimpin agama sebagai orang yang mereka kagumi, padahal mereka terkecoh, karena sang pemimpin agama tidak punya otoritas apa apa untuk menjamin keselamatan orang lain bahkan untuk menjamin dirinya saja tidak punya otoritas apa apa. Mengapa orang lebih terbuai dengan ajaran para pemimpin agama ketimbang mengikuti perintah pertobatan lahir baru? Karena pemimpin agama lebih aspiratif dan bisa kompromi menuruti selera manusia, sedangkan ajaran Tuhan Yesus sangat kaku, apa adanya tidak bisa kompromi. Sejarah mencatat Tuhan Yesus ditinggalkan orang banyak dan dikucilkan seorang diri, karena kekonsistenan dalam mentaati tugas yang diperintahkan BapaNya. Inilah bukti penyangkalan diri yang telah dilalui oleh Yesus. Sebagai pengikutnya kitapun diperintahkan untuk serupa baik dalam keadaan maupun dalam ketaatanNya. Selaku hamba Kristus saya berharap dengan uraian ini anda sudah bisa membedakan mana yang Pertobatan Agama dan mana yang pertobatan Lahir Baru seperti yang disyaratkan oleh Tuhan Yesus untuk menjadi murid/pengikutnya. Mengapa manusia perlu lahir baru untuk memperoleh keselamatan surgawi? Jawaban atas pertanyaan ini sangatlah urgent untuk diketahui semua manusia di dunia ini. Karena sangatlah minim penjelasan mengenai hal ini bahkan nyaris tidak ada yang mau memberitakannya. Melalui tulisan ini selaku hamba Kristus saya berkesempatan untuk menjelaskannya. Seperti kita ketahui bahwa manusia pertama yang bernama Adam diciptakan sesuai dengan gambar Allah dan dihembuskan oleh nafas Allah/ Roh Allah sendiri, sebab itu disebut manusia Allah pertama ( Adam I ). Tetapi setelah Adam berdosa , maka gambar Allah telah rusak. Dan Roh Allah yang Maha Kudus tidak lagi berdiam di dalam diri manusia pertama ( Adam I). Dan setelah manusia berdosa, maka keturunannya bukan lagi lahir dari benih Allah. Tetapi dilahirkan dari perpaduan antara benih laki laki dan benih perempuan. Keturunan manusia lahir dari benih dosa termasuk kita umat manusia yang hidup pada masa kini yang mengakibatkan kematian kekal di neraka. Dalam kitab Injil Tuhan Yesus berkata dengan analogi tanaman. Ia mengatakan : Benih yang jahat akan menghasilkan benih yang jahat pula. Benih dosa akan menghasilkan benih dosa pula. Benih dosa yang ada di dalam diri manusia harus diganti oleh benih Allah yang baru. Dan untuk itu telah dinubuatkan ribuan tahun lalu sebelum kedatangan benih Allah yang baru di dalam wujud Tuhan Yesus Kristus. Dalam kitab Ibrani dikatakan bahwa Yesus adalah benih Allah yang baru atau disebut manusia Allah yang baru ( Adam ke II ). Sebagaimana benih tanaman, maka benih yang baru haruslah di tanam di tanah mengalami proses kematian. Dan hal itu telah digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus adalah gambar Allah yang baru atau manusia Allah yang baru ( Adam ke II ). Ia tidak dilahirkan oleh benih laki laki, tetapi dilahirkan oleh benih Roh kudus, sama halnya dengan gambar Allah yang pertama ( Adam I ), bedanya gambar Allah/ benih Allah yang baru tidak pernah berbuat dosa. Alkitab menyatakan : Karena dosa ketidak taatan manusia lama ( Adam I ), maka kita keturunan manusia lama mewarisi dosa yang sama dan hukuman kekal api neraka. Sebaliknya karena ketaatan manusia baru ( Adam II ), maka bagi manusia yang mau mati dari manusia lamanya dan bersatu dengan benih Allah yang baru, melalui kelahiran baru akan diselamatkan mewarisi hidup kekal. Amin.

Previous Older Entries Next Newer Entries

Halaman

dikunjungi:

  • 15,539 kali